Arti dan Fungsi Tumbuhan Obat

Tumbuhan obat dapat dibagi dalam 3 kelompok, yaitu tumbuhan obat tradisonal, tumbuhan obat modern, dan tumbuhan obat potensial. Pengobatan dengan memanfaatkan tumbuhan obat atau herbal biasa disebut herbal medicine.

Kelompok Tumbuhan Obat

Berdasarkan terapinya, obat tradisional terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok medication dan non-medication. Tumbuhan ibat atau herbal (juga obat berbahan dasar dari hewan dan mineral) termasuk dalam kelompok medication. Sedangkan pengobatan dengan cara tusuk jarum (akupunktur), yoga, dan berbagai jenis pijat termasuk dalam pengobatan non medication.

Dalam pelaksanaannya kedua kelompok ini seringkali dilakukan secara bersamaan atau saling melengkapi untuk kasus-kasus tertentu. Tentu saja keduanya harus dilakukan oleh orang yang telah terampil dan memahaminya secara mendalam. Namun demikian pengobatan dengan tumbuhan (herbal medicine) secara umum lebih mudah dipelajari dan telah banyak dipraktikkan oleh berbagai kalangan dibandingkan metode pengobatan tradisional lainnya.

Tetapi bukan berarti pula sembarang orang dapat mempraktekkannya tanpa pengetahuan dan keterampilan dasar. Berbeda tujuan tentu akan berbeda hal persiapan bahan dan cara penyajiannya. Begitu pula berbeda budaya, suku, bangsa, dan negara mungkin pula berbeda produk herbal yang dihasilkannya meskipun dengan bahan dasar yang sama.

Arti dan Fungsi Tumbuhan Obat
Image by babysitting.academy

Secara garis besar tumbuhan obat dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Tumbuhan obat tradisional

Termasuk kelompok ini adalah tumbuh-tumbuhan yang diketahui dan dipercayai masyarakat tertentu memiliki khasiat obat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisonal. Contoh: purwaceng (Pimpibella pruatjan) dipercaya oleh masyarakat Dieng sebagai bahan penambah gairah seksual/afrodisiak.

2. Tumbuhan obat modern

Termasuk kelompok ini adalah tumbuh-tumbuhan yang secara ilmiah telah dibuktikan mengandung senyawa atau bahan bioaktif yang berkhasiat obat dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Contoh: herba meniran (phyllanthus niruri) yang telah dikemas sebagai obat penambah daya tahan tubuh (imun) pada anak.

3. Tumbuhan obat potensial

Termasuk kelompok ini adalah tumbuh-tumbuhan yang diduga mengandung atau memiliki senyawa aktif berkhasiat obat tetapi belum dibuktikan pengunaannya secara ilmiah-medis sebagai bahan obat-obatan. Contoh: sarang semut.
Meskipun tidak sedikit dinyatakan bahwa penggunaan tumbuhan sebagai bahan obat alami relatif aman dari efek samping dibandingkan bahan-bahan obat kimiawi, namun bukan hal yang mustahil kepercayaan yang berlebihan juga dapat fatal membahayakan jiwa penggunanya. Pengetahuan dasar ditambah pengalaman dan transfer ilmu dari kalangan herbalis dan praktisi pengobatan tradisional sangat diperlukan. Setidaknya beberapa aturan dasar perlu disepakati oleh kalangan pengguna tumbuhan obat agar tehidar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat tradisional. antara lain:
  1. Ukuran/dosis pemakaian.
  2. Waktu penggunaan.
  3. Cara penyiapam/penyajian bahan.
  4. Pemilihan bagian tanaman secara baik dan benar.
  5. Pemilihan jenis tanaman obat yang tepat.
  6. Riwayat kesehatan si pengguna tertentu.
Hal-hal tersebut diatas tentunya tak dapat disepelekan oleh siapa pun dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan obat alami. Dengan demikian arti dan fungsi tumbuhan oabt akan dapat dipahami secara tepat dan benar.
...