Friday, November 4, 2016

Bukan Sekedar ngopi, Namun Tren 'Ngopi Cantik' Ini Memiliki Hal Positif yang Dapat Diambil

Nongkrong di sebuah kedai kopi, sudah menjadi gaya hidup masyrakat. Namun benarkah, kebiasaan ngopi di tengah masyarakat Indonesia sudah terjadi sejak dahulu kala?

Sebenarnya kebiasaan minum kopi sudah sejak lama dikenal masyarakat luas. Bahkan, itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga di negara lain. Dan kebiasaan minum kopi itu tidak pernah dilakukan sendiri, melainkan kerap dilakukan berdua bahkan berkelompok.

Istilah ngopi itulah sebagai sarana bersosialisasi. Sebab itu, minum kopi tidak sekedar dilakukan di rumah, tapi juga di warung atau kedai. Di sini minum tidak hanya sekedar minum, tapi juga bersosialisasi.

Melihat hal tersebut, tak heran bila pertumbuhan kedai kopi bak cendawan di musim hujan. Dari kelas kafe sampai warung kopi pinggir jalan, semua ada. Dan tujuan mereka nongkrong di sana pun, tak hanya ingin menyesap secangkir kopi, tetapi lebih dari itu. Bisa untuk ajang temu kangen dengan teman, sebagai teman ngobrol ngalor ngidur hingga melakukan pembicaraan penting seperti proyek pekerjaan.

Tren Ngopi Cantik

Melihat tren ngopi seperti itu, kini banyak kedai kopi yang tak hanya mengunggulkan suguhan minuman kopinya saja. Mereka juga seperti memfasilitasi pengunjung untuk melakukan banyak hal di sana sambil menikmati secangkir kopi. Contohnya saja, penataan kedai yang cantik dan artistik agar pengunjung betah berlama-lama, hingga fasilitas WiFi tersedia.

Sampai akhirnya istilah 'ngopi cantik' pun beredar di kalangan masyarakat luas. Karena memang, minum kopi tidak hanya sekedar bersosialisasi, namun minum kopi juga untuk memberikan indentitas pada diri. Maka ada istilah ngopi cantik, terutama di kota-kota besar.


Melihat tren ini mulai terjadi sejak masyarakat mulai mengenal smartphone dan media sosial. Kenapa ngopi cantik tidak bisa lepas dari media sosial? Karena cantik, kan, tergantung yang lihat, maka bagaimana supaya kebiasaan ngopi itu terlihat cantik, ya, diunggah ke media sosial. Yang tadinya ngopi itu biasa saja, jadilah ngopi cantik, karena ada yang melihat. Maka enggak ada ngopi cantik kalau enggak ada media sosial.

Tak hanya itu, ngopi cantik ini pun pada akhirnya mempengaruhi gaya hidup seseorang. Bukan hanya sekedar bersosialisasi, tapi juga memantapkan diri seseorang masuk di kelas tertentu, yang artinya kebiasaan ini menjadi sebuah identitas diri. Jadi memang sudah menjadi gaya hidup.

Kopi dan Sahabat

Seperti yang telah disebutkan, tren ngopi saat ini semakin berkembang, karena dipakai sebagai salah satu sarana bersosialisasi. Salah satunya berkumpul dengan para sahabat. Hal ini yang semakin menguatkan relasi antara kebiasaan ngopi dengan sebuah persahabatan.

Kalau di dalam sosiologi disebut dengan peer group, di mana orang-orang yang berada di dalam kelompok dengan predikat yang sama, bisa sebaya, sekantor, atau seprofesi. Nah, dengan adanya ngopi cantik, pasti berkelompok ini akan ngumpul dan foto bareng. Dengan sendirinya akan terjalin sebuah relasi yang lebih dekat. Semua bisa dilakukan dengan ngopi bareng.

Apalagi kita terbiasa dengan coffe house ketimbang tea house, karena di Indonesia tidak ada tea time seperti di Inggris. Tren ngopi ini memang agak berbeda dengan kebiasaan orang yang menyukai gadget atau games tertentu. Kalau games, lagi musimnya bisa meledak, tapi kalau sudah berlalu, ya, sudah. Sedangkan kopi tidak musiman seperti itu.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bukan Sekedar ngopi, Namun Tren 'Ngopi Cantik' Ini Memiliki Hal Positif yang Dapat Diambil