Sentuhan Negeri Sakura pada Batik Nusantara Memberikan Nuansa Baru

Tiongkok sejak lama diketahui mempunyai 'pengaruh' pada batik tradisional Indonesia dengan motif burung Hong atau naga dengan warna-warna cerah. Namun, ternyata Jepang juga memberi warna tersendiri pada produk seni budaya Indonesia tersebut terutama pada apa yang dikenal sebagai Batik Hokokai yang pertama lahir di pesisir utara Jawa pada masa kedudukan Jepang di Tanah Air Indonesia.

Kini, selain telah muncul varian baru pada batik. Hokokai yang mulanya kerap ditandi motif kupu-kupu atau bunga sakura di berbagai daerah, ahli batik asal Jepang kerap memadukan teknik batik Indonesia dengan teknik batik Indonesia dengan teknik batik Okinawa (Bingata) Sehingga menghasilkan corak dan warna yang lebih kaya.

Berbeda dengan batik dari Jawa bagian selatan umumnya, batik Hokokai cenderung cerah. Kekayaan warna dan desain membuat batik ini kemudian terus dikembangkan sesuai ciri masing-masing daerah di mana produk tersebut dihasilkan.

Sentuhan Negeri Sakura pada Batik Nusantara Memberikan Nuansa Baru
Tahun 2000-an batik khas Jepang ini diadopsi perajin di Pamekasan, Madura. Mereka mengambil ide dari Hokokai tetapi dengan memberikan sentuhan dikit ala gaya batik lokal. Mereka menyebutnya bukan Hokokai tapi Hokosan (Hokokai Pemekasan). Di Bantul juga muncul Hokontul (Hokokai Bantul). Keduanya berkembang dengan pesat sampai saat ini, bahkan di kalangan kolektor batik hal ini dianggap tren baru.

Menurut Magister Desain lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan dosen jurusan Desan Interior Universitas Kristen Petra Surabaya ini batik motif kupu-kupu berkembang di Pamekasan dan Tanjungbumi (Madura). Selain itu motif kipas sebagai pengaruh Hokokai asal Jepang menjadi motif umum di Pamekasan, Tanjungbumi dan Tulungangung.

Di Tanjungbumi ditemukan motif batik dengan unsur air dan laut seperti ikan, udang, dan kapal yang memiliki kesamaan dengan batik Okinawa. Bahkan biota laut menjadi motif utama dan perbatikan mereka. Motif biota laut saat ini menjadi ikon di Sidubondo, Sidoarjo dan Gresik.

Kehadiran batik Hokokai dan variannya membuat batik Indonesia lebih 'kaya' dan 'variatif'. Sehingga menarik kaum muda juga. Komposisi warna yang terletak pada batik saat ini memberikan semacam nuansa baru. Selama ini orang beranggapan batik hanya dipakai untuk acara resmi atau kondangan. Lihat, batik seperti ini bisa juga dipakai ke pantai.
...