Thursday, October 20, 2016

Segudang Manfaat Kesehatan Dalam Secangkir Kopi yang Perlu Diketahui

Kini minum kopi identik dengan gaya hidup. Tapi tahukah kamu, di balik hitamnya kopi, tersimpan segudang manfaat kesehatan yang belum diketahui. Faktanya, kopi memang merupakan salah satu minuman paling banyak dikonsumsi di dunia selain teh.

Kopi cukup diterima oleh banyak kalangan, baik muda-tua atau pria-wanita. Ada banyak jenis kopi. Bahkan ada yang mengatakan, terdapat lebih dari 80 jenis kopi. Namun sampai kini hanya kopi jenis Arabica dan Robusta yang bernilai komersial dan paling banyak dikonsumsi di dunia.

Kopi menjadi gaya hidup, begitupun di kalangan perempuan muda, Hang out atau bercengkrama di kedai kopi pun menjadi pemandangan yang lumrah. Bekerja di depan layar komputer juga seakan tak lengkap tanpa kopi. Berikut manfaat kesehatan dalam secangkir kopi yang perlu diketahui.

Sarat Kandungan Gizi

Apa yang terkandung dalam kopi? Secara umum kopi mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan mineral. Selain itu kandungan bioakif lainnya seperti kafein, chloregenic acid, melanoidin, polifenol, diterpene, dan trigonelline. Namun, kandung yang dimiliki kopi berbeda beda, tergantung cara penanaman, iklim, komposisi tanah, metode analisis dan proses pembuatannya.

Bila kita bandingkan dengan kopi Arabica dan Robusta, kandungan di dalam kopi Arabica ini lebih tinggi karbohidrat dan lemak dibanding Robusta. Namun kopi Robusta, unsur kafein dan mineralnya lebih tinggi. Kafeinnya bisa mencapai 4-5% yang dapat menyebabkan rasanya lebih pahit dan aromanya kurang dibanding kopi Arabica. Soal aroma dan rasa, kopi Arabica lah yang lebih kompleks

Secangkir kopi standar 240 ml mengandung kafein rata-rata sekitar 100 mg. Kafein juga memiliki manfaat penting untuk tubuh seperti meningkatkan perhatian dan kewaspadaan serta performa fisik. Dan untuk kandungan kopi seperti chlorogenic acid memiliki efek anti oksidan, manfaatnya dalam mengatur metabolisme gula darah dan lemak, serta penurunan berat badan.

Image by genmuda.com

Kopi Turunkan Risiko Stroke?

Sebenarnya, efek kopi terhadap kesehatan masih belum konklusif. Sebuah penelitian di Amerika selama 26 tahun dengan 896 kasus gout atau penyakit nyeri sendi akibat asalam urat di sendi memperlihatkan risiko terjadinya gout pada mereka yang konsumsi 4 cangkir atau kurang per hari lebih rendah dibanding meeka yang tidak konsumsi kopi.

Hal tersebut diperkirakan akibat manfaat dari kafein. Penurunan risiko gout juga terlihat pada mereka yang mengkosumsi decaffeinated coffee, sehingga tidak dapat di singkirkan ada komponen dalam kopi selain kafein yang berefek baik terhadap penurunan risiko gout.
Suatu penelitian di Swedia memperlihatkan konsumsi lebih dari 1 cangkir kopi sehari menurunkan risiko stroke pada wanita dibanding yang tidak konsumsi kopi sama sekali. Penelitian lainnya menunjukkan penurunan risiko diabetes melitus pada wanita yang mengkosumsi 6 cangkir kopi atau lebih sehari.

Akan tetapi hasil penelitian ini bukanlah suatu paduan dan efeknya tidak dapat disamaratakan pada semua orang karena variasi jenis dan jumlah kopi, proses pembuatan kopi, komposisi kandungan aktif dalam kopi dalam penelitian tersebut. Selain itu, kondisi seseorang dan faktor risiko lainnya juga turut mempengarhui terjadinya suatu penyakit atau gangguan kesehatan tertentu.

Waspadai Bila Berlebihan

Efek akibat minum kopi secara berlebihan diketahui sampai saat ini adalah karena kandungan kafeinnya. Konsumsi kafein dosis rendah sampai sedang (50 - 300 mg per hari) dapat meningkatkan kewaspadaan, energik, dan lebih fokus.

Akan tetapi, konsumsi dosis yang lebih besar dapat menyebabkan anxietas, insomnia atau berdebar-debar. Konsumsi kopi dalam waktu lama akan menyebabkan tubuh lebih "toleran" sehingga butuh jumlah kafein yang lebih besar untuk mendapatkan efek yang sama. Efek lainnya adalah rasa ketergantungan. Saat ingin berhenti minum kopi secara tiba-tiba, justru dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala, kurang dapat konsetrasi, merasa tidak bersemangat dan bahkan depresi.

Kafein yang dikonsumsi dalam jumlah besar (lebih dari 350 mg per hari) dapat menganggu absorpsi beberapa zat gizi dalam tubuh, di antaranya kalsium, zat besi, seng dan lainnya. Bisa juga menyebabkan dehidrasi bila tidak disertai dengan konsumsi cairan yang cukup dan kalsium akan lebih banyak keluar lewat air kemih.

Waktu Tepat Minum Kopi

Kebanyakan orang minum kopi pagi hari dengan tujuan agar merasa lebih segar dan bersemnagat di pagi hari. Sebaliknya, menghindari minum kopi saat malam hari karena khawatir sudah tidur di malam hari. Tahukah kamu kapan waktu terbaik untuk minum kopi? Para ilmuwan menyatakan bahwa waktu paling tepat minum kopi adalah di antara jam 9.00 hingga 11.00 pagi.

Mengapa demikian? Karena kafein yang terdapat di dalam kopi bisa meningkatkan hormon kortisol yang bisa merespons terhadapat suatu situasi atau kondisi dimana ketika kamu bangun tidur di pagi hari, olahraga dan stres. Produksi hormon kotrisol pada keadaan normal mengatur pola waktu atau siklus tertentu lebih baik.

Produksi hormon kotrisol ini penting demi keseimbangan fungsi tubuh optimal dan mengatur keseimbangan energi. Apabila kamu minum kopi ketika produksi kortisol sedang di ambang puncaknya, dikhawatirkan akan lebih meningkatkan kortisol.

Itulah mengapa ilmuwan menyarankan jika ingin minum kopi, waktu yang tepat adalah antara jam 9 .00 hingga 11.00, karena kortisol dalam tubuh sedang rendah, sebelum akhirnya mencapai memuncak di siang hari. Ada sumber yang mengatakan bahwa waktu terbaik untuk minum kopi adalah saat snack pagi yaitu di antara waktu sarapan dan makan siang.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Segudang Manfaat Kesehatan Dalam Secangkir Kopi yang Perlu Diketahui