4 Artis Indonesia Ini Memiliki Cerita 'Unik' Terkait Niat Untuk Berhijab

Suami dan istri perlu memiliki perspektif yang sama, sehingga istri mantap memutuskan untuk mengenakan hijab. Ada beberapa seleb perempuan muda dan cantik yang memutuskan untuk berhijab setelah menikah, sebut saja, di antaranya Dhini Aminarti, Alyssa Soebandono, Natasha Rizky, Dewi Sandra.

Ternyata masing-masing memiliki cerita 'unik' para artis perempuan terkait niat mereka untuk berhijab. Misalnya pesinetron Dhini Aminarti. Sebelum mantap memutuskan mengikuti panggilan jiwanya untuk menggunakan jilbab, ia mencurahkan isi hatinya pada Umi Pipik. Dhini juga meminta doa kepada para fans agar bisa istiqomah dalam behijab. Tak terkecuali, ia mendapat dukungan penuh dari sang suami, Dimas Seto. 


Meski begitu, Dhini sempat khawatir akan kariernya, Namun Dimas justru yang menguatkan Dhini. "Enggak perlu takut atau khawatir enggak dapat kerjaan. Rezeki, jodoh, dan maut sudah diatur Allah. Kalau enggak kerja, nanti ada dari suami," ungkap Dimas yang mengaku inner beauty Dhini justru makin kelihatan setelah berhijab.


Lain cerita Alyssa Soebandono memutuskan berhijab sejak menikah dengan Dude Harlino. Ia makin terbiasa dan merasa nyaman ketika mengenakannya. Menurutnya, ada perasaan yang berbeda setelah berhijab, Meski berhijab, tawaran syuting tak berhenti mengalir. "Behijab merupakan pembelajaran yang baik. Aku pasti akan mendukung istri untuk hal positif dan baik. Dukungan satu miliar persen," tegas Dude.

Cerita lainnya, artis muda Natasha Rizky yang sempat ditolak sang suami, Desta, ketika mengutarakan keinginannya untuk berhijab. Kala itu Desta beralasan, berhijab tidak hanya melihat kesiapan istri, tapi juga suami. Keraguan Desta itu rupanya membuat Natasha sempat jatuh sakit. Tak kuasa melihat sang istri sakit, akhirnya Desta pun menyetujui niat Natasha untuk berhijab. Kini Desta mendukung penuh istrinya berhijab. Ia bahkan mengaku jika aura Natasha lebih terlihat, makin cantik dan suasana rumah jadi lebih sejuk.


Begitupun Dewi Sandra yang memutuskan ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memperbaiki diri dengan memulai berhijab. "Lingkungan (sahabat terdekat) yang mengarahkan saya untuk mengenakan hijab. Suami juga sangat mendukung."

Hijab Butuh Mantapkan Hati

Memantapkan hati untuk mengenakan  jilbab memang membutuhkan proses. Selain keyakinan diri untuk nyaman dengan penampilan baru, dukungan suami sebagai partner kehidupan tentu sangat dibutuhkan bagi seorang istri.

Suami yang mendukung istri ber-hijrah menutup aurat sesuai syariah agama adalah suami yang tentunya paham atau mengerti mengapa menutup aurat atau berjilbab adalah suatu kemajuan dari sisi spritual sang istri.

Tentunya, bentuk dukungan suami akan sangat melegakan hati istri. Terutama dalam kehidupan sosial di masyarakat. Jilbab yang selanjutnya akan menjadi gaya berbusana baru bagi istrinya, tentu penampilan baru ini nanti harus nyaman dan tetap indah dipandang mata. Persiapan mental dan juga persiapan busana yang pantas sebelum memutuskan untuk berjilab akan memudahkan langkah untuk sepenuhnya hijrah dengan penampilan baru.
Nah, apabila suami belum satu perspektif dengan istri yang hendak menggunakan hijab, coba ajak suami ikut serta dalam kegiatan-kegiatan agama atau sesekali mengadakan kegiatan pengajian keluarga dengan mengundang ustaz ke rumah. Dengan begitu, diharapkan muncul kecintannya dan totalitas dalam menjalankan syariah agama.

Di sisi lain, istri juga usahakan untuk tetap tampil cantik dan menarik di hadapan suami. Ada banyak model dan warna busana muslimah yang tepat dengan postur tubuh dan warna kulit. Pastinya, persiapkan semua dengan cara bertahap. Beberapa orang membutuhkan waktu untuk menemukan model jilbab yang cocok dengan tipe wajah dan penampilan secara keseluruhan. Tidak ada salahnya untuk terus mencoba sampai sendiri menemukan gaya jilbab yang cocok dan nyaman digunakan.

Hadapi Respons

Lalu, bagaimana sikap atau reaksi terbaik kala menghadapi respons positif manapun yang cenderung negatif atas pilihan seorang wanita untuk berhijab? Orang lain di luar diri kita bisa saja berpendapat apapun tentang pilihan kita. Itu hal yang lumrah. Jika kita sepenuhnya yakin dengan keputusan yang kita ambil, tidak perlu ragu untuk tetap melangkah. Biarkan saja mereka berpendapat sesuai dengan realita dalam dunianya.
Mari kita ingat satu kalimat bagus ini, "your perception is your projection" (apa yang orang lain persepsikan tentang diri kita adalah manifestasi dari apa yang ada di dalam diri mereka sendiri). Jadi, tidak perlu bereaksi berlebihan jika ada orang yang berprasangka atau mencemooh pilihan dalam berhijrah. Karena jilbab adalah perintah agama, jelas lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya. Lalu mengapa harus ragu?

Hijab Menuntun Langkah yang Lebih Indah

Ketika seorang perempuan telah memutuskan untuk berjilbab, sebaiknya pula ia memperhatikan langkahnya, kemana ia pergi, bagaimana bersikap, dan hal-hal lain yang sesuai dengan sosok pribadi seorang muslimah.

Tidak salah kiranya jika ada pendapat yang mengatakan, ketika kita telah sepenuh hati memakai jilbab, selanjutnya jilbab pila yang akan mengarahkan di tempat mana kita pantas berada dan perilaku seperti apa yang sesuai dengan tuntunan agama.

Teruslah memperbaiki diri, jangan bosan, ingatkan diri untuk setiap saat menambah pengetahuan dan wawasan bagi kebaikan dunia dan akhirat. Dengan berhijab, cantik hatinya, cantik pula yang terpancar keluar dari pribadi kita.
...