Saturday, August 6, 2016

Potres Miris Sekolah di Muarojambi, Puluhan Siswa SD Terpaksa Belajar di Pos Kamling

Sudah ditetapkan dalam undang-undang, bahwa biaya untuk sektor pendidikan harus diluncurkan 20 persen oleh biaya pemerintah. Namun sayangnya, pemerintah yang mengawasi pendidikan di Jambi tidak terurus dalam pembenahan ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

Karena ruang kelas tak layak untuk digunakan, akhirnya puluhan siswa berakhir dengan belajar di pos kamling. Tidak diakomodir pemerintah dan dilupakan, karena terpencil dan harus belajar di pos kamling selama 14 tahun lamanya.

Kepala SD Integral, Gina Fernandez, mengaku proses pembelajaran di kondisi ruang kelas yang tidak normal dan tidak ada renovasi kelas lantaran tidak ada biaya membuat sebagian besar siswa tidak bisa belajar lantaran tidak nyaman.

Ruang kelas ada, namun tidak layak untuk dipakai. Mau renovasi tetapi tidak ada biaya dan tidak ada bantuan dari pemerintah. Jadinya kami terpaksa untuk belajar diluar sekolah, dimana saja, yang penting mereka bisa belajar,” jelas Gina Fernandez, selaku kepala sekolah SD Desa Bukit Baling.

Image by dream.co,id


Menurutnya, sampai saat ini pun belum ada perhatian dari pemerintah. Padahal pihak sekolah 
maupun wali kelas anak siswa atau orang tua telah melakukan pengajukan ke dinas terkait untuk perbaikan kelas yang tidak layak dipakai itu. Namun belum ada konfirmasi dari pengajuannya tersebut, seperti terabaikan dan dilupakan.

Tidak ada perhatian dari pemerintah untuk perbaikan kelas,” katanya.

Sekolah Dasar Swasta Integral tersebut telah berdiri dari tahun 2002 lalu. Namun dari tahun pendirian sampai ditengah ambang kehancuran sekolah sekarang ini, belum ada campur tangan dari pemerintah soal dana perbaikan sekolah maupun ruang kelas.  Memang miris potret pendidikan masa kini, di tengah serbuan globalisasi.

Sekolah ini diciptakan dan berdiri dari tahun 2002, tapi saya sangat bingung sampai sekarang belum mendapat perhatian dari pemerintah. Membuat saya sedih melihat anak-anak pelajar sekolah ini tidak bisa menikmati belajarnya dengan nyaman di tempat yang layak,” kesalnya.

Dari yang kita lihat, bahwa siswa yang tengah belajar di pos kamling hanya beralasan tiker karpet dan pastinya dengan ruang yang sempit dan peralatan seadanya. Meski begitu, menurut Gina, masih ada semangat didalam hati para siswa untuk belajar.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Potres Miris Sekolah di Muarojambi, Puluhan Siswa SD Terpaksa Belajar di Pos Kamling