Mengetahui Penyebab, Mencegah, dan Mengobati Hyperhidrosis (Keringat Berlebih)

Keringat berlebihan (excessive sweating) atau hyperhidrosis didefinisikan sebagai kondisi medis yang ditandai dengan munculnya keringat secara berlebihan pada tubuh yang berlangsung dalam kadar sering dan konstan.

Munculnya keringat berlebihan ini dapat terjadi saat temperatur tubuh tidak tinggi dan saat tidak berolahraga dan bisa muncul dari berbagai bagian tubuh, seperti wajah, tangan, leher, talapak tangan, ketiak, bahkan disekujur kaki.

Berkeringat adalah mekanisme untuk mendinginkan tubuh. Sistem saraf secara otomatis memicu kelenjar keringat ketika temperatur tubuh meningkat dan itu adalah hal yang alami dan sehat. Tetapi Localized Hyperhidrosis, saraf aktif secara berlebihan memicu kelenjar-kelenjar keringat tubuh meskipun tidak diperlukan. Masalah ini semakin buruk ketika seseorang sedang stres atau panik.

Contohnya, seperti seseorang yang demam panggung. Ketika sedang melakukan presentasi didepan banyak orang, tentu membuat dirinya panik dan grogi untuk menyampaikannya. Tiba-tiba badan dan pakaiannya menjadi basah karena keringat yang tiba-tiba datang, membuatnya merasa tidak nyaman dan menyebabkan berkurangnya rasa percaya diri.

Gejala hyperhidrosis biasanaya dialami pada empat bagian utama tubuh yang merupakan area yang sering terjadi penguapan atau keluarnya keringat:

1. Facial Hyperhidrosis, merupakan keringat berlebih di bagian wajah

2. Axillary Hyperhidrosisi, merupakan keringat berlebih di bagian ketiak

3. Palmer Hyperhidrosisi, merupakan keringat berlebih di bagian telapak tangan

4. Plantar Hyperhidrosisi, merupakan keringat berlebih di bagian kaki

Image by sheknows.com
Sebagian besar dan umum dialami penyebab hyperhidrosis adalah ketidakseimbangan fungsi tubuh. Berkaitan dengan saraf-saraf yang membantu tubuh merasakan rangsangan panas, sakit dan sentuhan. Faktor penyebab yang lain bisa meliputi beberapa hal:
  • Kosumsi obat-obatan tertentu
  • Udara panas
  • Stres
  • Emosional
  • Menopause
  • Rendahnya kadar gula darah
  • Serangan jantung
  • Kelenjar tiroid secara berlebihan
Mencegah keringat berlebih:
  • Kurangi dan hindari makanan pedas.
  • Sering mengonsumsi makanan seperti sayuran dan buah-buahan, bertujuan untuk mendinginkan tubuh.
  • Pakai pakaian bahan katun yang tipis dan longgar.
  • Sebisa mungkin menahan dan menghindari emosional, stres, atau kondisi yang menyebabkan tekanan pada mental.
  • Gunakan anti prespirant atau deodoran yang dapat membantu mengurangi produksi keringat.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna mengatasi hiperhidrosis adalah:

1. Menggunakan obat antikolinergik yang diberikan oleh dokter, bertujuan untuk menghalangi tindakan asetilkolin.

2. Menggunakan lontophoresis, bertujuan memblokir sementara kelenjar keringat empat area yang sering terjadinya pemgeluaran keringat seperti diatas.

3. Penyuntikan Botulinum Toxin (Botox), bertujuan untuk memblok saraf yang mengaktifkan kelenjar keringat sehingga produksi keringat berkurang.

4. Melakukan operasi atau bedah, dipergunakan untuk menghilangkan kelenjar keringat seperti liposuction melalui trik sayatan. Operasi dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur yang dikenal sebagai simpatektomi toraks endoskopi (ETS).
...