Friday, July 8, 2016

Apakah Itu Septis atau Keracunan Darah?

Sepsis atau dikenal dengan istilah keracunan darah merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Dengan potensi mematiakan yang dimilikinya, seseorang dapat mengalami peradangan di seluruh tubuh. Komplikasi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh bekerja secara berlebihan dan memicu terjadinya reaksi negatif di seluruh tubuh.

Misalnya, inflamasi dan penggumpalan darah. Kondisi ini dapat mengurangi dan bahkan menghentikan suplai darahke organ-organ seperti urin, pari-paru, jantung dan ginjal yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen.

Tidak hanya itu, penyakit sepsis bisa menyebabkan kegagalan fungsi organ yang dikarenakan perubahan-perubahan aliran darah dan bahkan bisa menyebabkan kematian sudah dalam kondisi parah dan tidak cepat mendapatkan penanganan yang tepat. Kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami sepsis adalah anak-anak, manula, dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala sepsis

Gejala-gejala awal yang dapat menjadi indikasi sepsis, antara lain:
  • Demam
  • Menggigil
  • Detak jantung serta nafas menjadi cepat
  • Perubahan warna kulit menjadi berwarna kemerahan
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Mual
Sepsis juga bisa bertambah parah dan berkembang menjadi syok septik. Jika penderita lanjut mengalami syok septik, maka gejala-gejalanya termasuk:
  • Tekanan darah tiba-tiba menurun drastis
  • Kulit yang pucat dan dingin
  • Peradangan seluruh tubuh
  • Peningkatan jumlah leukositosis
  • Kerusakan pada organ dalam tubuh
  • Kesulitan bernafas
Setiap kasus sepsis diwajibkan butuh penanganan medis secepatnya. Karena penyakit ini bukanlah sembarang penyakit yang hanya bisa diobatkan dengan cara alami. Apabila dibiarkan, sepsis akan berkembang dengan pesat dan bahkan berujung pada kematian.

Faktor Penyebab Keracunan Darah

Salah satu penyebab utama keracunan darah adalah infeksi, apapun itu jenis dan bentuknya. Infeksi ini dapat menyebar melalui darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini kemudian menghasilkan respon tubuh yang disebut sepsis.

Ada banyak faktor-faktor mengenai permulaan munculnya potensial keracunan darah, diantaranya adalah:
  1. Infeksi saluran kemih
  2. Infeksi usus buntu
  3. Infeksi paru-paru
  4. Infeksi pasca bedah
  5. Infeksi sistem saraf
  6. Infeksi kulit
  7. Flu
Proses Diagnosis Sepsis

Diagnosis bakteremia didasarkan berdasarkan  pada kondisi pembiakan darah bersamaan dengan gejala-gejalanya. Orang yang terdiagnosis mengidap sepsis sebelum terjadi penyebaran pada organ-organ vital dapat sepenuhnya dengan menjalani pengobatan antibiotik dirumah.

Untuk memastikan diagnosis dan mencari tahu infeksi yang menyebabkan sepsis, dapat melakukan serangkaian pemeriksaan seperti tes darah dan urin, biopis luka jika ada luka, tes sampel ginjal, tes batuk, rontgen dada, dan CT scan.

Pengobatan Sepsis

Untuk mencegah penyakit sepsis menyebar keseluruh organ tubuh, dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik intravena. Jangka waktu yang diperlukan pengobatan seperti itu, antara 7 sampai 10 hari.

Jika sepsis sudah menjadi parah dan syok sepsis harus menjalani penanganan di ruang perawatan intensif atau ICU karena organ vitalnya membutuhkan bantuan peralatan medis selama infeksi ditangani. Harapan sembuh pada sepsis relatif kecil, dengan rata-rata 25-30 persen pasien meninggal dalam kurun waktu 30 hari.

Jika ini berkembang, maka jumlahnya meningkat hingga 40-60 persen. Kematian lain karena infeksi yang tidak terawat, tidak terkontrol atau immunosupresi bisa terjadi dalam 6 bulan. Jadi, penanganan medis untuk sepsis memiliki 3 langkah utama,  yaitu pemberian antibiotik, infus untuk menggantikan cairan tubuh, dan oksigen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Apakah Itu Septis atau Keracunan Darah?