Gejala, Penyebab, dan Mengobati Kanker Hati

Kanker hati dibagi menjadi dua bagian, sel hati dan metastatik. Sel hati bermula di organ hati. Sedangkan kanker hati metastatik muncul dibagian tubuh lain (seperti usus, paru-paru atau kanker payudara) sebelum menyebar ke hati. Kanker hati merupakan salah satu tumor berbahaya yang sering ditemukan, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Tahukah bahwa risiko kanker hati bisa menyerang siapa saja? bahkan faktor-faktor penyebab bisa dibilang sederhana. Mengenali gejala, penyebab, mencegah, mengobati dengan tips berikut!

Gejala Kanker Hati

Gejala penyakit ini biasanya berbentuk umum atau kurang spesifik seperti misalnya kelelahan dan mual. Banyak orang yang baru merasakan gejala secara jelas setelah kanker mencapai tingkat lanjut. Oleh karena itu, jika kamu bertanya-tanya 'apa saja gejala tahap akhir kanker hati', maka kamu harus mengetahui beberapa gejala paling umum adalah sebagai berikut:
  1. Kelelahan
  2. Penurunan berat badan tanpa sebab
  3. Nyeri perut
  4. Mual-mual
  5. Kehilangan nafsu makan
  6. Demam
  7. Muntah
  8. Penyakit kuning
  9. Gatal kulit
  10. Urine berwarna gelap
  11. Sulit tidur
  12. Kebingungan
Penyebab Kanker Hati

Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker hati. Tapi ada beberapa kasus yang bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti contoh, infeksi kronis dengan virus hepatitis tertentu dapat memicu terjadinya kanker hati. Diperkirakan juga berkaitan dengan kerusakan jaringan sel-sel hati, seperti penyakit hati sirosis.

Infeksi virus hepatitis B atau C yang bisa menyebabkan kanker hati, dikarenakan penyalahgunaan alkohol, lebih tepatnya mengonsumsi minuman keras secara berlebihan yang telah ditakarkan. Bisa juga obesitas, dikarenakan berkaitan dengan penyakit lemak hati non alkoholik.

Image by deherba.com
Faktor Risiko Kanker Hati
  1. Jenis kelamin. Tingkat risiko terkena kanker hati lebih tinggi terjadi pada pria daripada wanita
  2. Usia. Kanker hati bisa menyerang siapa saja, anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Namun pada umumnya, penyakit kanker hati ini lebih banyak dialami pada pasien usia antara 20 sampai 50 tahun
  3. Infeksi kronis. Apabila penderita mempunyai infeksi kronis virus hepatitis B atau C, sangat mudah terjadinya risiko kanker hati
  4. Penyakit hati. Penyakit ini dapat diturunkan dari gen sebelumnya, bisa juga derita hepatitis, Wilson's desease dan hemochromatosis dimana kondisi yang dapat meningkatkan risiko kanker hati.
Pencegahan Kanker Hati
  1. Mengatur pola makan
  2. Olahraga teratur, agar tubuh terhindar dari obesitas
  3. Menghindari konsumsi minuman keras dan rokok
  4. Vaksinasi terhadap virus hepatitis B dan C
  5. Menggunakan jarum suntik steril apabila ingin menyuntikkan obat dan ini juga berlaku untuk kamu yang ingin mentato tubuh
  6. Mengontrol suasan hati tetap tenang
  7. Melakukan pemeriksaan USG (mendeteksi kanker hati stadium awal) secara teratur
Pengobatan Kanker Hati

Pengobatan kanker hati dilakukan berdasarkan tingkat stadium kanker masing-masing. Penanganan ini memiliki 3 cara utama, antara lain:
  1. Reseksi, tepatnya mengambil bagian organ hati yang bermasalah
  2. Transplatansi hati, tepatnya mengganti organ dengan hati yang baru
  3. RFA (pengangkatan menggunakan frekuensi radio), yang bertujuan untuk membakar sel-sel bersifat kanker
Bisa juga dilakukan dengan pengobatan kemoterapi. Namun pengobatan ini hanya diperuntukan kanker hati stadium B dan C yang disebut kemoembolisasi. Perawatan ini bukan untuk menyembuhkan, hanya meredakan rasa sakit. Untuk penderita stadium D, diperingatkan untuk tidak melakukan pengobatan satu ini. Dikarenakan dapat memperburuk kondisi sipenderita.

Kemoembolisasi dijalankan sebelum melakukan transplantasi hati. Cara ini digunakan untuk mencegah penyebaran kanker di area hati. Ada dua cara untuk menjalani pengobatan ini, dengan menyuntikan obat kemoterapi ke hati kamu atau butiran plastik berukuran kecil ke dalam pembuluh darah yang dialiri tumor.
...