Kisah Mima Saina Orang Indonesia yang Jadi Pahlawan di Israel

Rezim kejahatan Nazi Hitler era kepemimpinan Adolf Hitler seakan tak pernah bisa hilang dalam ingatan rakyat Israel sampai sekarang. Menurut dokumentasi sejarah, dimasa itu pembantaian Holocaust sudah menewaskan lebih dari jutaan bangsa Yahudi, yang dilakukan di berbagai wilayah yang disebut sebagai negara genosida, daftar khusus pembantaian oleh para pemimpin Nazi.

Dibalik keburukan negara Israel yang kita ketahui sekarang, namun ada hal yang harus kita 'akui' bahwa mereka adalah bangsa sejati yang selalu menghargai sumbangsih bangsa lain kepada warga negaranya, sebagai sebuah penghargaan tertinggi, karena mereka telah berani mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk warga yahudi dari kekejaman Nazi. 

Mengutip dari merdeka.com. Seperti halnya kisah Mima Saina orang Indonesia yang jadi pahlawan di Israel. Ia adalah seorang perempuan berdarah Jawa. Bersama sahabatnya Tole Madna, seorang pria asal Indonesia, keduanya dianggap sebagai pahlawan di kawasan monumental di Israel sampai dengan sekarang.

Nama mereka terukir indah pada Monumen Peringatan Korban Holocaust, yang dikenal sebagai kebun Righteous Among the Nations. Sebuah tempat yang memang dikhususkan bagi kalangan Non-Yahudi untuk mengenang jasa-jasa mereka karena telah berani berkorban untuk menyelamatkan nyawa orang-orang Israel dari Pembantaian Holocaust.
Kisah Mima Saina Orang Indonesia yang Jadi Pahlawan di Israel
Image by pinterest.com
Tokoh asal Indonesia yang bernama Mima Saina dan Tole Madma ini dijadikan pahlawan pada tahun 2003 atas rekomendasi Congregation Adas Israel di Washington D.C. dan Senator California, Henry A. Waxman. 

Tak banyak informasi dari keduanya. Congressional Record hanya menyebut Tole Madna adalah seorang katolik juga warga Indonesia menetap di Belanda. Sedangkan Mima Saina adalah pembantu rumah Tole Madna, ia seorang muslim.

Menurut kisah yang diambil situs United States Holocaust Memorial Museum, keduanya tercatat pernah menolong seorang bayi Yahudi bernama "Alfred Münzer". Alfred kini menjadi seorang ahli penyakit dalam dan spesialis paru yang tinggal di Washington DC, Amerika Serikat. Dia juga pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Ahli Paru Amerika Serikat.
Berdasarkan literatur sejarah yang menyebutkan kisah kemanusiaan keduanya menyelamatkan Alfred Munzer. Kisahnya bermula saat pasangan Yahudi bernama Simcha Mnzer dan Gisele. 

Keduanya diketahui merupakan saudara sepupu dan bertemu saat berada di Negara Polandia. Simcha berasal dari kota Kaczuga sedangkan Gisele berasal dari Rymanw, kedua kota berada di propinsi Podkarpackie, Negara Polandia selatan. 

Dan  saat memasuki usia 18 tahun, Simcha hijrah ke Kota Hague, Belanda. Di sana dia membuka sebuah butik pakaian sederhana. 

Sedangkan Gisele sendiri diketahui tinggal di sebuah rumah peninggalan kakaknya di Berlin sebelum akhirnya menuju Hague di awal Desember tahun 1932, dan menikah dengan Simcha pada 16 Desember tahun 1932.

Image by youtube.com
Singkat cerita, pernikahan keduanya dibuahi tiga orang anak, dua perempuan dan satu bayi laki-laki. Yang bernama Eva, Leah dan juga Alfred Munzer. Ketika Alfred lahir pada tahun 1941, Belanda diinvasi oleh Jerman. Dari sinilah kisah penyelamatan Alfred dimulai. Di era tersebut, perburuan orang-orang Yahudi memang menjadi target utama para tentara Jerman. 

Untuk menyelamatkan anak-anaknya, Gisele memilih menjual semua harta dia miliki. Dua anak perempuannya juga kakak kandung Alfred dititipkan kepada tetangganya yang bersedia menyembunyikan mereka. 

Dan saat itu Ayahnya, Simcha pura-pura mencoba bunuh diri dan dibawa ke rumah sakit jiwa. Gisele pun kemudian menyusul setelah menitipkan ketiga anaknya. 

Alfred, kala itu dititipkan kepada seorang tetangga bernama Annie Madna. Dia kemudian dipindahkan untuk dirawat oleh adik perempuan Annie karena saat itu seorang Belanda simpatisan Nazi tinggal di sebelah rumah mereka. 

Demi keselamatan sang buah hati Alfred, Annie kemudian menghubungi mantan suaminya, Tole Madna, seorang lelaki juga imigran asal Indonesia. Di sanalah akhirnya Alfred dirawat oleh Tole Madna hingga Perang Dunia II berakhir.

Dari sini juga Alfred mengenal Mima Saina sebagai ibu angkatnya. Kebetulan Mima adalah seorang pembantu di rumah Tole Madna. Hingga akhirnya, Alfred kembali kepangkuan Gisele. Selama berpisah, 

Dan Gisele pernah beberapa kali pindah dari kamp ke kamp setelah rumah sakit tempat mereka bersembunyi diserbu tentara SS Nazi. Gisele dan suaminya, Simca menjadi tawanan ikut dibawa tentara SS. Sayang dua bulan sebelum perang berakhir, ayahanda Alfred meninggal dunia. 

Diketahui dirinya meninggal dunia ketika sedang menjalani perawatan di rumah sakit yang dikuasai tentara Nazi. Jasadnya dikuburkan begitu saja di areal pemakaman Kamp Ebensee, sebuah kamp mempekerjakan tawanan yahudi membangun terowongan bawah tanah difungsikan untuk mengevakuasi senjata misil V-2, senjata yang cukup mutakhir di era tersebut.

Adapun kisah Alfred dimasa kini, ia diketahui sudah tumbuh menjadi pria dewasa. Setelah perang dunia dua, Gisele membawa Alfred hijrah ke Amerika Serikat.
Alfred Münzer
Image by ushmm.org
Dan selanjutnya, Alfred menjadi seorang ahli penyakit dalam dan spesialis paru tinggal di Washington DC, Amerika Serikat. Atas permintaan dia juga situs United States Holocaust Memorial Museum juga menggunakan bahasa Indonesia. 

Wow benar-benar sebuah kisah heroik yang sangat mengharukan dan luar biasa. Kita harus berbangga diri atas penghargaan yang diberikan pada warga negara Indonesia kita. Mereka tulus menolong kaum Yahudi tanpa pernah memandang perbedaan Agama, Suku ataupun Ras. Ini adalah suatu contoh perbuatan baik yang membawa harum nama Indonesia. 

Dimana kisah Mima Saina dan Tole Madma, orang Indonesia yang jadi pahlawan di Israel patut untuk kita tiru agar kita bisa belajar berkorban demi orang lain dan tanpa pernah memandang apapun latar belakang orang tersebut. Anda setuju dengan pernyataan ini? 

Bagi anda yang tidak setuju, silahkan saja hidup sendirian di Bulan, disana tak ada satupun orang yang akan protes dengan pemikiran dangkal anda hehehehe. 

...