Mengapa Marah Berbahaya Untuk Kesehatan Kita? Mari Kita Cari Tahu!

Penyakit bukan hanya ditimbulkan oleh makanan saja, tetapi juga dari perilaku kita. Emosional yang terdapat pada diri manusia adalah kunci menjaga kesehatan tubuh kita, walaupun marah merupakan hal yang normal. Tetapi jika mudah dan suka marah-mara , ternyata ada resikonya untuk kesehatan.

Amarah bisa memakan sumber daya yang baik dari tubuh dan membuat energi anda terkuras. Salah satu dampak yang ditumbulkan dari marah adalah stres. Stres merupakan hal spele dan sudah biasa seseorang mengalaminya. Walaupun bagi kita stres hal yang spele, namun untuk dampaknya tidak boleh dipermainkan.

Nah disini dibahas efek negatif marah untuk kesehatan kita. Ingin tahu? Mari kita simak berikut ini.

Stres
Sebagian sudah kita bahas sebelumnya, bahwa stres merupakan salah satu yang diakibatkan oleh marah. Karena konsekuensinya adalah beragam penyakit kronis dalam tubuh manusia. Seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan depresi.

Kecemasan
Jika anda mengalami ketegangan dan kecemasan pada diri kita, maka anda perlu tahu bahwa penyebab hal tersebut dikarenakan emosi atau kemarahan meluap. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Behavior Therapy (CBT), menemukan bahwa kemarahan dapat memperburuk genjala gangguan pada kesehatan, terutama timbulnya kecemasan. Suatu kondisi kekhawatiran yang berlebihan yang dapat menganggu kehidupan normal seseorang.

Memicu Penyakit Jantung
Salah satu efek yang berbahaya dari kemarahan adalah dampaknya pada kesehatan jantung. "Dalam dua jam setelah kemarahan itu mereda, kemungkinan terkena serangan jantung dua kali lipat," kata Chris Aiken, MD, seorang instruktur psychiatry di Universitas Kesehatan, Kalorina Utara. Ketika sedang marah, otomatis detak jantung akan berdetak lebih meningkat dan  akhirnya rentan terkena stroke.

Image by vemale.com

Stroke
Apabila anda rentan mengalami kemarahan, sebaiknya biasakan untuk tetap bersabar dan tidak terlalu 'meledakkannya'. Mary Fristad, PhD, seorang profesor psychiatry dan psikologi di Ohio State Universitas mengatakan bahwa "untuk meredam dan mencegah kemarahan, akan lebih baik anda mengidentifikasinya apa yang memicu emosi anda, dan kemudia cari cara mengubah pemikiran anda untuk meledakan emosi dari diri anda.

Karena ketika marah, membuat tekanan darah anda naik sangat tinggi. Dikarenakan Stroke otak terjadi ketika satu atau lebih pembuluh darah di dalam otak pecah dan begitu juga mengakibatkan melumpuhkan atau bahkan membunuh anda dalam seketika.

Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh
Karena sistem imun menurun akibat mudah marah dan kemudian jatuh sakit lebih sering. Dampaknya menurunnya kekebalan tubuh antara lain sering demam, flu, bahkan batuk. Cara terbaik untuk melindungi sistem kekebalan tubuh oleh kemarahan adalah mengikuti beberapa tahap manajemen seperti membangun pikiran, komukasi asertif, pemecahan masalah yang efektif, dll.

Depresi
Sejumlah penelitian menunjukan bahwa kemarahan dan agresi ada hubungannya dengan depresi. Alih-alih emosi meluap, akhirnya menjadi depresi yang dikarenakan tidak tahu harus mengambil tindakan selanjutnya.

Cara terbaik untuk keluar dari depresi adalah dengan melakukan berbagai kegiatan yang tidak dapat berpikir tentang hal yang membuat anda seperti itu. Antara lain, belajar hal baru untuk mengisi pikiran dan terlibat fokus ada pada saat itu, tertawa bersama keluarga maupun teman, bermain, tentu tidak ada ruang yang tersisa untuk pikiran yang dapat menggerakkan kesituasi marah.

Paru-paru
Ternyata kemarahan yang terlalu besar juga dapat memicu efek kerusakan pada paru-paru. Perasaan marah menyebabkan lonjakan tinggi hormon stres yang menyebabkan peradangan pada saluran udara dan meningkatkan risiko pernapasan. Para ilmuan Harvard University melakukan penelitian pada 670 anak laki-laki terlihat bahwa ketika naiknya emosi sedang tinggi, memiliki kapasitas paru-paru lebih buruk dengan mereka yang memiliki kadar kemarahan yang rendah.

Mempengaruhi Panjang Umur
Memang tidak salah kalau seseorang atau pasangan yang tengah berbahagia hidup lebih lama. Namun bagaimana kalau kehidupan mereka penuh dengan kemarahan yang tentu menyebabkan stres dan semacam penyakit lainnya? Sebuah penelitian yang dilakukan University of Michigan telah menemukan bahwa pasangan yang tidak menahan kemarahannya rentang hidup lebih pendek dibanding mereka yang dapat menangani kemarahannya dan mengatasinya dengan cara yang rasional dan masuk akal.

Efek marah mempengaruhi proses berpikir yang menjadi tidak 'bersih', tidak mampu memperhitungkan situasi dan membuat anda cenderung lebih banyak melakukan keselahan. Cara agar anda dapat mengendalikan atau tidak kehilangan kendali atas pikiran anda adalah dengan cara:

  1. Mengontrol lonjakan emosi yang sering anda rasakan
  2. Melakukan olahraga, sepeti yoga atau meditasi dirumah
  3. Memberi maaf dan bersabar
  4. Menyerahkan keputusan pada pikiran, yang dimaksud bukan perasaan yang mengendalikan akal
  5. Berdoa
  6. Berbagi perasaan (curhat)
  7. Beristirahat
  8. Mendengarkan musik atau apa saja hal yang anda sukai
Segala sesuatu dimulai dari pikiran, jika berpikiran yang salah akan berdampak buruk dan menyebabkan kemarahan pada masalah tersebut. Untuk kalian yang suka marah-marah, lebih baik kontrol perasaan tersebut sebelum anda mengalami dampak bahaya yang tidak kalian inginkan seperti halnya diatas.

Mulai sekarang , coba belajar mengontrol emosi demi menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Semoga kita termasuk orang yang bisa mengendalikan emosi.
...