Thursday, March 17, 2016

Tahun 2019 Mendatang, Ani Yudhoyono Siap Menjadi Calon Presiden

Pemilihan Presiden masih 3 tahun lagi, namun partai Demokrat rupanya diam-diam telah mempersiapkan sang mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono sebagai bakal calon presiden 2019 dan isu ini menyusul beredarnya gambar Ibu Ani dengan tulisan 'calon presiden partai Demokrat 2019' di media sosial beberapa hari belakangan.

Lantas benarkah mantan Ibu Negara ini mendapat benar-benar atas permintaan rakyat sebagaimana diklaim partai Demokrat?


Itulah gambar Ani Yudhoyono yang kini menjadi perbincangan hangat. Sejak menyebar di media sosial, gambar mantan Ibu Negara bertuliskan 'calon presiden partai Demokrat 2019' ini mencuatkan dugaan bahwa ia kini telah dipersiapkan partai Demokrat untuk diusung sebagai calon Presiden 2019.

Lantas benarkah istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini berniat untuk merebut kursi RI satu guna melanjutkan dinasti kekuasaan suaminya, sekaligus melawan calon Joko Widodo 3 tahun mendatang?

Edhie Baskoro Yudhoyono selaku Sekjen Partai Demokrat/ putra bungsu Ani Yudhoyono mengatakan "Tidak bisa kita pungkiri bahwa percintaan dan perinduaan, penghargaan dan juga format masyrakat terhadapat kepimpinan yang sangat baik."


Dua periode memimpin Indonesia, hari-hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu tak pernah lepas dari sang istri yang terus mendampinginya tiap kesempatan. Banyak orang kemudian menilai tak sedikit pula pengaruh sang Ibu Ani dalam pengambilan keputusan politik sang suami. Bahkan jumlah kader Demokrat menyebut peran Bu Ani saat SBY berkuasa mirip dengan peran Ibu Tin saat mendampingi mantan Presiden Soeharto.

Nama Ani Yudhoyono sempat masuk dalam calon Presiden 2014. Namun, ketika itu SBY menegaskan Istrinya takkan maju dalam Pilpres 2014. Hal ini juga pernah ditegaskan Ani dalam buku biografinya. Dalam bukunya, Ani Yudhyono pernah menjawab pertanyaan dari seorang pelajar terkait dalam rencana pencalonannya sebagai Capres.

Ketika itu ia menjawab bahwa saat suaminya sudah tak lagi menjabat, maka kedudukan paling terhormat adalah tetap menjadi nyonya SBY dan bukan menjadi Presiden.

Lantas bagaimana pendapat rakyat yang diklaim partai Demokrat merestui rencana pencalonan Ani Yudhyono?

"Ya kalau menurut saya sih itu menurut seluruh rakyat Indonesia. Jadi boleh-boleh aja sih. Selama dia kompetensinya oke, yaudah maju," kata Yunita, seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi,

"Menurut saya agak-agak maksa-in aja ya buat memperpanjang masa jabatannya aja. Karenakan SBY kemarin sudah 2 periode, inikan sama aja kalau istrinya juga berarti dia mendampingi Bu Ani juga kan sebagai kepala negara," imbuh seorang buruh, Ibu Sulesi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tahun 2019 Mendatang, Ani Yudhoyono Siap Menjadi Calon Presiden