Tuesday, March 1, 2016

Kemensos: Kalimantan Timur Paling Marak Prostitusi

Untuk mendukung program pemerintah yang ingin menutup seluruh kawasan lokalisasi prostitusi di seluruh Indonesia, Kementerian Sosial telah menerbitkan daftar kawasan prostitusi yang akan mereka tutup dalam beberapa tahun mendatang. Dalam daftar tersebut, provinsi Kalimantan Timur diketahui sebagai daerah dengan jumlah lokalisasi terbanyak.

Menurut data Kemensos, ada sekitar 4000 orang pekerja seks komersial yang tersebar di 31 kawasan prostitusi di Kalimantan Timur. “Sebelumnya, Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah kawasan prostitusi terbesar. 

Namun, setelah (Gang Dolly) ditutup, maka ‘peringkat’ tersebut pindah ke tangan Kalimantan Timur. Kami akan menutup ke-31 kawasan prostitusi disana,” kata Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, seperti dikutip oleh kantor berita Antara.

Pemkot Balikpapan saat menutup kawasan lokalisasi KM17. Sumber: Antara News
Mensos mengatakan bahwa perputaran uang di sekitar kawasan lokalisasi sangatlah besar. Jumlah uang yang dihabiskan demi pekerja seks komersial dapat mencapai triliunan rupiah, katanya. Selain itu, Kalimantan Timur juga memiliki kasus HIV/AIDS yang relatif besar, yakni sekitar 3063 jiwa. 

Kesehatan adalah alasan terbesar pemerintah untuk mempercepat penutupan kawasan prostitusi di Indonesia. Khofifah juga mengatakan bahwa kementeriannya akan berusaha mengadakan proses penutupan secara damai. 

“Saya yakin bahwa penutupan ini tidak akan membuat kekacauan. Dilema memang, tapi kita harus lakukan demi mengembalikan martabat dan status sosial para pekerja seks,” katanya. 

Sejauh ini, Kemensos telah menutup 68 kawasan lokalisasi yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, dan menargetkan 100 kawasan lagi demi memuluskan usaha mereka menjadikan Indonesia sebagai negara bebas prostitusi per tahun 2019.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kemensos: Kalimantan Timur Paling Marak Prostitusi