Guna Majukan Bangsa, Presiden Jokowi Butuh Kemampuan IT

Presiden Joko Widodo alias Jokowi melakukan bimbingan kepada pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dalam Rapat Pimpinan III Ditjen Pajak. Beliau memberikan gagasan bahwa banyaknya pegawai Ditjen Pajak yang ahli dalam bidang IT. Oleh karena itu, untuk dapat mengembangkan kualitas sistem daya manusia (SDM), Jokowi membutuhkan kemampuan IT.


Bagi beliau, jika kita berhasil mengembangkan sistem IT, tentu keberhasilan tersebut dapat memajukan suatu negara. Sehingga dengan banyaknya Direktorat Jenderal Pajak yang ahli dalam sistem IT, dia menyakini mampu mewujudkan target permintaan negara, khususnya penerimaan pajak.

"Saya mendapat data ada 18.900 pegawai yang muda-muda umur 26-49 ini pakar dalam bidang IT dari 37.900 total pegawai. Saya sangat senang, bahwa membangun sistem IT yang benar-benar komplit dan itu tentu dapat mengontrol arus barang. Itu bisa kita lakukan, Karena kita punya kemampuan yang besar," jelas Presiden Jokowi di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Beliau mengingat setiap negara sedang berkompetisi guna merebut arus uang dan modal agar dapat masuk ke negara masing-masing. Kesempatan yang ditawarkan melalui sistem IT akan menentukan pemenang persaingan, hal ini merupakan satu kemudahan untuk Indonesia agar lebih baik dan maju.

"Kedepannya, IT dan SDM memegang peranan penting sehingga pimpinan Ditjen Pajak meski bisa memanfaatkan sistem itu," katanya.
...