Awas! Es Teh Campur Limbah Beredar di Monas

Pernahkah anda meminum Es Teh yang dijual di Monas? Semoga saja anda tidak pernah membelinya dari para pedagang kaki lima. Sebab para petugas Polisi Pramong Praja dari Jakarta Pusat telah menindak keras para pedagang kaki lima ini yang ketahuan telah mencurangi proses pembuatan "es teh campur limbah".

Mengutip dari Merdeka.com, Razia PKL culas yang dilakukan pada Kamis, 10 Maret kemarin telah menemukan fakta-fakta mengerikan beredarnya es teh campur limbah di Monas. Mereka diketahui menggunakan air mentah atau air kotor sisa dari pembuangan limbah untuk membuat minuman yang didapat dari kawasan rel kereta api disekitar Masjid Istiqlal. 

Jelas saja mengkonsumsi minuman tersebut bagi kita sangat membahayakan kesehatan. Berikut proses pembuatan es teh bercampur air limbah kotor yang berhasil dipantau:

1. Menggunakan Gelas Bekas yang sudah Tidak Bersih

Gelas kemasan plastik yang dipakai untuk es teh manis bukanlah gelas baru, melainkan para pedagang culas mendapatkannya dari sisa-sisa para pemulung. 

Timbunan gelas-gelas bekas tersebut sudah dipastikan kotor dan tidak higienis, terlebih mereka tidak membersihkannya terlebih dahulu hanya sekedar mengelap dengan kain bekas. Namun itulah alasannya, agar bisa mendapatkan keuntungan berlebih.

Es Teh Campur Limbah Beredar di Monas
Photo: Copyright merdeka.com
2. Air Limbah sebagai bahan utama Es Teh Manis

Tak hanya gelasnya saja yang sudah tidak steril. Para pedagang kaki lima ini juga menggunakan air limbah yang berasal dari pembuangan Stasiun Gambir, tepatnya di kawasan rel kereta api disekitar Masjid Istiqlal. 

Dengan mengambil air yang mengalir dari pipa paralon yang merupakan Drainase/saluran pembuangan rel kereta api. Kemudian sebelum disajikan, air kotor tersebut bersama dengan Teh akan diendapkan terlebih dahulu didalam jerigen besar. 

Setelah itu Teh merek Limbah tersebut sudah siap untuk disajikan, diberikan gelas plastik dan ditambah dengan es batu. Penjualan Es Teh bercampur Limbah ini sendiri dihargai 5000 rupiah.

'Jerigennya juga kalau kita lihat enggak layak buat simpen minuman, kotor sekali dan benar-benar tidak higenis. Baru kemudian dicampur dengan air limbah tadi,' kata Kasatgas Pol PP Kecamatan Gambir, Harry Apriyanto.

3. Saat ditangkap Petugas Satpol PP, Penjualnya sendiri disuruh minum enggak mau

Ketika Petugas Satpol PP menangkap pedagang es teh di kawasan Jl Veteran, Jakarta Pusat, pada Kamis kemarin. Pedagang culas tersebut sempat berdalih dagangan es teh tersebut bukanlah miliknya, untungnya para petugas tidak mudah dikelabui begitu saja. 

Mereka pun meminta para pedagan es teh limbah tersebut untuk meminum dagangannya sendiri, anehnya mereka tidak mau untuk meminumnya. 

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa mereka benar-benar menggunakan bahan baku air limbah untuk membuat es teh manis dalam kemasan plastik.

Photo: Copyright merdeka.com
Menurut penjelasan dari Bapak Harry Aprianto, Kasatgas Pol PP Kecamatan Gambir, saat para pedagang nakal tersebut dimintai keterangan oleh anak buahnya. Mereka mengaku sudah menjalankan bisnis haram ini selama beberapa bulan. 

Keuntungan yang didapatkan dari menjual es teh bercampur air limbah itu sendiri memang menjanjikan, bisa mencapai 3 kali lipat. 

Bapak Harry menambahkan, satuannya akan terus meningkatkan razia kepada para PKL nakal yang bisa membahayakan kesehatan konsumen. Dan untuk sementara masyarakat diminta agar lebih waspada dalam membeli makanan atau minuman yang dijajakan pedagang kaki lima, khususnya diseputaran Monas, ungkapnya.

Baca juga 10 Makanan Kejam, Sadis Dan Paling Menyedihkan

Foto-foto Es Teh Campur Limbah di Monas


es teh campur limbah

...