Dianggap Membelot, ISIS Bunuh 11 Militannya Asal Belanda

Kelompok jurnalis di Suriah melaporkan bahwa komandan ISIS baru saja membunuh 8 anggotanya yang berasal dari Belanda, dengan tuduhan pembangkangan dan pembelotan.

Abu Mohammad, anggota kelompok jurnalis warga yang menamakan diri mereka “Raqqa is Being Slaughtered Silently” (RBSS) melaporkan bahwa ISIS (yang juga sering dijuluki Daesh) telah mengeksekusi delapan militan Belandanya di kota Maadan yang terletak provinsi Raqqa Suriah. ISIS menuduh militan tersebut sebagai pemberontak.
Militan ISIS asal Eropa. Sumber: Aljazeera
Kelompok jurnalis warga RBBS banyak merekam kekerasan yang dilakukan oleh ISIS di kota Raqqa, yang dipandang sebagai ibukota daulah ISIS. Di Twitter, RBSS mengaku bahwa ada sekitar 75 anggota ISIS asal Belanda (ditambah orang Maroko) yang kerap bersitegang dengan pasukan intelijen ISIS dalam beberapa bulan terakhir.

Komandan ISIS di Raqqa sempat mengirim perwakilan untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh kelompok Belanda di jaringan ISIS. Sayangnya, perwakilan tersebut malah dibunuh karena motif balas dendam, kata RBSS.

Pimpinan ISIS di Irak kemudian menginstruksikan agar semua anggota kelompok Belanda ditangkap dan dipenjarakan di kota Tabaqa dan Maadan di Suriah. Kedelapan orang diantaranya pun akhirnya dibunuh.

Sedangkan 3 orang anggota ISIS asal Belanda lainnya tewas dipukuli saat interogasi oleh militan ISIS asal Irak. Kelompok militan Irak yang tidak senang dengan kelompok militan Belanda kemudian menuduh mereka ingin kabur.

Sementara itu, lembaga Syrian Observatory for Human Rights yang aktif mengawasi situasi di sekitar Suriah belum mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut. Namun di waktu terpisah, pihaknya melaporkan adanya aksi pembunuhan yang dilakukan terhadap 3 orang militan ISIS asal Eropa. Pembunuhan tersebut dilakukan di daerah perbatasan Suriah dan Irak yang dikenal dengan nama Wilayet al-Furat.
...