Polri Selidiki Video Ancaman ISIS Berbahasa Indonesia

Polri mengatakan pihaknya akan menginvestigasi beberapa video propaganda ISIS yang tersebar di internet. Video ini berisi ajakan untuk bergabung menjadi anggota militan mereka di Suriah dan Irak. Beberapa diantaranya bahkan disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Malaysia.

“Beberapa video sudah kami bawa untuk ditelusuri oleh kepolisian, ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution pada hari Selasa (2/2). Komjen Saud mengatakan satuan perangkat kerjanya akan mempelajari video tersebut untuk mengukur keaslian dan asal usul perekamannya.
Potongan video ancaman ISIS dalam Bahasa Indonesia. Sumber: Youtube
Saud mengatakan divisi cybercrime Polri juga akan ikut menangani proses investigasi ini, karena berada di luar wilayah kekuasaan BNPT. “Mereka punya tim khusus. Ini bukan dibawah kewenangan kami, tapi dibawah kewenangan polisi,” ujar Saud saat ditemui oleh Kompas.

Video yang sedang diinvestigasi tersebut diketahui berisi ancaman terorisme kepada Indonesia dan ditujukan kepada pihak TNI, Polri, serta pejabat negara.

Kelompok garis keras ini sedang digempur habis-habisan oleh dua koalisi sekaligus, yakni koalisi AS dan koalisi Rusia. Namun ISIS masih sempat menyebarkan video ancaman kepada pemerintah Malaysia yang sedang bersiaga untuk mencari dan menahan warganya yang dianggap bersekongkol dengan jaringan ISIS di Suriah dan Irak.

Seperti diberitakan oleh kantor berita Singapura, The Straits Times, yang mengutip video berbahasa Melayu, sayap ISIS di Nusantara bernama ‘Katibah Nusantara’ mengancam akan membalas dendam atas penangkapan beberapa anggotanya.


Dalam video berjudul “Mesej Awam Kepada Malaysia” (Pesan Masyarakat Kepada Malaysia) terdengar ancaman: “Jika kalian menangkap kami, kami akan bertambah banyak. Namun jika kalian membiarkan kami, kami akan semakin dekat menuju sasaran untuk mendirikan khilafah kembali.”
...