Wednesday, February 3, 2016

Komisi VI DPR Peringatkan Menteri Rini Soal Utang Perusahaan Tiongkok Pemenang Tender Kereta Cepat

Ketua Komisi VI DPR RI Hafisz Tohir mengatakan bahwa proyek kereta cepat Jakarta – Bandung masih perlu dievaluasi secara bertahap sepanjang tahun ini.

“(Proyek ini) masih perlu dievaluasi, dan menyelesaikan kewajiban administrasinya. Kemudian, baru kita bicara layak atau tidaknya,” kata Hafisz pada hari Selasa, (2/2).

Hafisz merujuk beberapa pertimbangan mengenai rencana untuk membangun jaringan kereta cepat, yang sebenarnya sudah digagas sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya di tahun 2009. “Waktu itu, PT. KAI menolak mengadakan konsorsium untuk merealisasikan gagasan pembangunan jaringan kereta cepat, karena dianggap tidak layak,” kata Hafisz.
Presiden Jokowi didampingi pihak Tiongkok saat meninjau lokasi peletakan batu pertama di Bandung Barat. Sumber: Tempo
Ketua Komisi VI DPR ini juga menambahkan bahwa barulah pada era Presiden Jokowi, gagasan ini direalisasikan dengan sistem kerjasama antar bisnis. Inilah mengapa Menteri BUMN Rini Soewando memenangkan tender proyek ini kepada perusahaan Tiongkok, kata Hafisz. “Karena, jika proyek ini menggunakan APBN, maka proyeknya tidak akan mencapai balik modal,” tambah Hafisz.

Selain itu, proyek ini juga dianggap menguntungkan misi Presiden Tiongkok, Xi Jinping yang ingin membangun moda transportasi yang akan membawa keuntungan bagi negaranya. “Pasti untung lah,” kata Hafisz.

Ia juga mengatakan Komisi VI DPR sudah berkomunikasi dengan Menteri Rini mengenai fakta bahwa salah satu anak perusahaan China Railway Group, kelompok konglomerasi yang menjadi pemenang tender proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, memiliki utang sekitar 3,1 triliun yuan atau sekitar 6458 triliun rupiah.


“Ada satu anak perusahaan, nama China Railways Construction, yang punya utang 3,1 triliun yuan per September 2013. Angkanya setara dengan utang nasional Brazil, tapi ini cuma 1 perusahaan saja,” tangkas Hafisz. Meski sudah diperingatkan, Menteri Rini dikabarkan hanya berjanji untuk mempelajari situasi utang anak perusahaan kereta api Tiongkok tersebut.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Komisi VI DPR Peringatkan Menteri Rini Soal Utang Perusahaan Tiongkok Pemenang Tender Kereta Cepat