Thursday, February 4, 2016

Kementerian ESDM Paksa Freeport Bayar $530 Juta dan Bangun Pabrik Smelter Secepatnya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengutarakan sikap optimis mereka mengenai sikap PT Freeport Indonesia yang akan segera merealisasikan komitmennya untuk membangun pabrik smelter di Indonesia sebelum kapasitas produksinya mencapai puncak.

“Freeport akan memberi jawaban mengenai komitmennya untuk membangun industri hilir, karena mereka punya perhitungannya sendiri,” ujar Bambang Gatot, Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, saat ditemui di Kompleks DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/2).

Bambang menambahkan bahwa Kementerian ESDM akan melakukan beberapa langkah untuk menyelesaikan isu lisensi ekspor bahan mentah Freeport, dengan syarat bahwa perusahaan tambang asal AS tersebut bersedia untuk membayar biaya pengamanan sebesar $530 juta.
Pabrik Freeport di Papua. Sumber: Tempo
“Namun Freeport meminta sedikit kelonggaran, karena induk perusahaannya di Amerika Serikat sedang mengalami kerugian besar akibat harga komoditas yang terlempar jatuh, dan kondisi perekenomian global yang melambat. Karena itulah, kami akan menunggu waktu yang tepat bagi Freeport untuk menunjukkan komitmennya,” tambah Bambang.

Bambang juga menjelaskan bahwa Kementerian ESDM berharap pihak Freeport akan segera menjelaskan perihal permohonan kelonggaran waktu pembangunan pabrik smelter yang mereka ajukan. Pabrik ini kemungkinan akan ditempatkan di sekitar Jawa Timur, meski Pemda Papua pernah menyatakan keberatan atas hal tersebut.

Diketahui, izin ekspor bahan mentah Freeport sudah habis sejak 28 Januari 2015. Izin ini masih belum diperpanjang, karena Kementerian ESDM membuat sebuah aturan yang mengharuskan perusahaan tambang Papua tersebut membayar $530 juta sebagai security fund.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kementerian ESDM Paksa Freeport Bayar $530 Juta dan Bangun Pabrik Smelter Secepatnya