Kalijodo Kosong Melompong Seminggu Sebelum Penggusuran

Kawasan Kalijodo yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara tampak sepi satu minggu sebelum pembongkaran. Wacana penggusuran yang telah direncanakan oleh Pemda DKI beberapa minggu belakangan membuat warga memilih untuk “cari aman” dan meninggalkan area mata pencaharian mereka. Puluhan rumah dan bangunan hiburan malam pun kini tampak lengang.

Warga yang masih bertahan juga terlihat mempersiapkan barang mereka untuk segera meninggalkan Kalijodo, sebelum Pemda menggusur tempat tinggal mereka per tanggal 29 Februari mendatang.
Warga yang bersiap meninggalkan Kalijodo. Sumber: bisnis.com
Hal senada juga dilakukan oleh Tio, 35 tahun, yang terlihat merapikan barang jualannya dari kios selebar 3 meter persegi. Kios tersebut, kata Tio baru ia gunakan beberapa bulan terakhir untuk menjual rokok, kopi, dan jajanan bagi konsumen yang berlalu lalang di sekitar bar dan kafe Kalijodo.

“Saya baru beli barang 10 juta buat mengisi kios ini. Saya tadinya mau langsung berjualan, tapi malah disuruh pergi,” kata Tio. Ia juga mengatakan bahwa barang-barang jualannya akan sementara dititipkan di rumah teman, sembari mencari tempat baru untuk memulai kembali usahanya.

Pria asal Pemalang, Jawa Tengah ini menyesalkan kebijakan yang dilakukan oleh Pemda DKI. Menurutnya, langkah Ahok untuk membongkar Kalijodo sama sekali tidak memikirkan dampak bagi rakyat kecil seperti dirinya.

Tio mengaku dirinya sudah tiga tahun terpisah dari istri dan ketiga anaknya demi mencari penghidupan yang lebih baik di ibukota, dan membiayai seluruh keluarganya di kampung halaman.

“Rata-rata sehari saya dapat 600 ribu dari berjualan di kios. Sekarang bagaimana caranya saya bisa ngasi makan keluarga?” ujar Tio.


Sementara itu, Pemda DKI telah menyiapkan tempat di Rusunawa Marunda dan Pulo Gebang bagi warga yang terkena penggusuran. Kawasan Kalijodo sendiri akan dialihfungsikan menjadi kawasan hijau seperti tertera dalam aturan di tahun 2014.
...