Jepang Belajar Dari Indonesia Untuk Mengembangkan Koperasi dan Kredit UKM

Lembaga Kerjasama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency / JICA) menyatakan ketertarikannya akan program pengembangan program keuangan mikro yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Pihak Jepang mengatakan sangat ingin mempelajari sistem Koperasi Usaha Rakyat (KUR), yakni pinjaman tanpa jaminan dengan bunga sebesar 9 persen.

“Mereka (Jepang) mengatakan sudah menyiapkan beberapa skema untuk menjalankan sistem pembiayaan mikro,” ujar Agus Muharram, Sekretaris Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saat ditemui hari Jumat, 5/2.
Presiden Jokowi saat kunjungi pameran Trade Expo Indonesia 2014 yang menampilkan kerajinan UKM. Sumber: Tribunnews
Lembaga pembiayaan mikro yang sudah dikenal luas dan banyak melayani masyarakat diantaranya adalah Bank Rakyat Indonesia sebagai bank umum, Bank Perkreditan Rakyat, PT Pegadaian (Persero), serta koperasi simpan pinjam hasil swadaya masyarakat. Lembaga-lembaga ini dianggap sebagai ujung tombak suksesnya pembiayaan mikro di Indonesia.

Menurut Agus, JICA berniat untuk belajar mengenai cara yang diterapkan pemerintah Indonesia dalam melaksanakan program untuk memberdayakan pelaku usaha kecil, terutama kalangan wanita. Seperti diketahui, pemerintah sedang menggalangkan upaya untuk meningkatkan jumlah koperasi khusus pengusaha wanita.

Diantara program pemberdayaan pengusaha wanita yang sedang dikembangkan adalah pendanaan koperasi dan gerakan ‘Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera.’

Sejak 2015 silam, terdapat 742 unit koperasi pengusaha perempuan yang menerima bantuan dana di seluruh wilayah Indonesia. Total dana yang digelontorkan adalah Rp50 miliar. Pemerintah juga berkomitmen untuk memberi pelatihan dan dana usaha khusus bagi pengusaha wanita.

...