Monday, February 8, 2016

Nilai Tukar dan Aturan Pajak Menyulitkan, Harley-Davidson Indonesia Memilih Tutup Usaha

Dikarenakan nilai tukar rupiah yang semakin melemah, serta semakin sulitnya kebijakan impor dan pajak yang ditetapkan oleh pemerintah, membuat PT Mabua Harley-Davidson, satu-satunya dealer motor gede Harley-Davidson di Indonesia memilih untuk menutup usahanya.

Pihak perusahaan mengatakan bahwa sejak tahun 2013 usaha mereka telah dibebani oleh nilai tukar rupiah yang melemah tajam hingga 40 persen. Sementara itu, pajak yang ditetapkan pemerintah pun semakin besar.

“Kami dengan sangat menyesal mengumumkan bahwa PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia tidak akan memperpanjang lisensi keagenannya mulai 31 Desember 2016 kemarin,” demikian pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Direktur Djonnie Rahmat.
Harley-Davidson berkapasitas 500 cc yang dipamerkan di Indonesia. Sumber: Tribunnews
Namun sebelum lisensi tersebut berakhir, maka pihaknya tetap akan melayani servis kendaraan dan penjualan suku cadang bagi konsumen Harley-Davidson di Indonesia.

Djonnie mengakui kebijakan pajak yang semakin tidak berpihak kepada pengusaha membuat perusahaannya mengalami kesulitan.

Djonnie membeberkan beberapa undang-undang yang membuat kenaikan pajak. Tahun 2013, Permenkeu No. 175/2013 menaikkan tarif impor kendaraan dari 2,5 menjadi 7,5 persen. Sedangkan pada 2014, PP No. 22/2014 menaikkan pajak barang mewah dari 75 hingga 125 persen. Tahun 2015, Permenkeu No. 90/2015 memberlakukan tarif pajak 5 persen terhadap kendaraan besar diatas 500 cc. Sedangkan Permenkeu No. 132/2015 menaikkan tarif impor kendaraan besar dari 30 menjadi 40 persen.

“Total biaya pajak yang harus dikeluarkan untuk mengimpor kendaraan besar kini naik 300 persen. Ini belum termasuk biaya untuk lisensi dan sertifikat. Faktor-faktor inilah yang membuat konsumen kehilangan ketertarikannya,” kata Djonnie.

PT Mabua Harley-Davidson memiliki sembilan lokasi dealer, dimana 5 diantaranya terdapat di Jakarta, sedangkan empat lainnya tersebar di Denpasar, Surabaya, dan Medan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Nilai Tukar dan Aturan Pajak Menyulitkan, Harley-Davidson Indonesia Memilih Tutup Usaha