Tuesday, February 23, 2016

Dicurigai Teroris, Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Penyidik KPK

Polrestabes Jakarta Utara tangkap tiga anggota penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Senin (22/2) di area parkir sebuah minimarket di kawasan Manggua Dua, Jakarta Utara. Penyidik KPK tersebut dicurigai sebagai teroris.

Ketiganya kemudian dibawa ke Mapolrestabes untuk dimintai keterangan. Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Muhammad Iqbal mengatakan ketiga penyidik tersebut terlihat sering berkeliaran di sekitar Mapolrestabes selama beberapa hari terakhir. “Mobil mereka terlihat mondar-mandir sejak dua atau tiga hari terakhir,” kata Kombes Iqbal.

Kantor KPK. Sumber: Tribunnews
Iqbal mengatakan bahwa pihak kepolisian sebelumnya sama sekali tidak tahu menahu soal status ketiganya sebagai anggota KPK dan memutuskan untuk mengambil langkah preventif demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti terorisme. “Setelah disidik, ternyata ketiganya adalah penyidik KPK,” kata Iqbal.

Sementara itu, Jurubicara KPK, Yuyuk Andriyanti mengkonfirmasi status ketiga anggotanya sebagai tahanan Polisi. Namun, Yuyuk menjelaskan bahwa insiden tersebut murni salah paham. “Memang benar, ketiganya adalah anggota KPK yang sedang melakukan tindakan mata-mata.”

Yuyuk juga membantah adanya isu yang mengatakan anggotanya ditangkap karena mengkonsumsi narkoba. Identitas ketiga penyidik KPK yang ditangkap tersebut diketahui bernama Aiptu (Purn) Darman (48), Bagoes Purnomo (35) dan Waldy Gagantika (35), langsung dilepaskan pada hari itu juga.

Darman, Bagoes, dan Waldy ditangkap sekitar pukul 14.00 siang kemarin saat mengendarai mobil Toyota Kijang Innova berwarna abu-abu dengan nomor polisi B 1968 ZF.


Untuk meningkatkan koordinasi antar kedua lembaga, Deputi Penindakan KPK, Heru Winarko pun langsung menghubungi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian untuk mengupayakan pelepasan ketiganya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Dicurigai Teroris, Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Penyidik KPK