Dibubarkan Polisi, Komunitas Gay Surabaya Batal Menggelar Acara Pesta

G Nite Party yang diselenggarakan pada Minggu, 7 Februari malam dibatalkan karena diancam oleh pihak Polretabes Surabaya yang ingin membubarkan acara tersebut. Sebelumnya, salah satu anggota pihak penyelenggara sempat mengatakan bahwa pesta tersebut diselenggarakan khusus untuk kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Menurut pihak penyelenggara, acara ini diberi nama “pesta” supaya terlihat lebih menarik. “Bukan, sebenarnya (acara ini) untuk umum, semua orang bisa ikut masuk ke dalam pestanya. Acara ini sebenarnya bersifat edukatif dan mengajak masyarakat memberantas bahaya HIV/AIDS,” ujar Didik Indrianto, perwakilan dari King Entertainment selaku penyelenggara acara G Nite Party.
Komunitas penggiat LGBT di Kawasan Ancol. Sumber: Kapanlagi
Dodik menjelaskan bahwa acara ini mengusung konsep pesta demi menarik lebih banyak peserta. Sebenarnya acara serupa telah diselenggarakan dalam bentuk perkumpulan, namun pesertanya sangat sedikit. “Kali ini kami mencoba untuk membuatnya terlihat lebih meriah,” katanya.

Sebagai bukti, pihak penyelenggara ikut mengundang Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Pemkot Surabaya, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Surabaya, dan 3 unit Puskesmas di Surabaya. Dodik juga menjelaskan acara serupa pernah diadakan di Jakarta, Bandung, Bogor, dan Yogyakarta.

“Acara ini ditujukan untuk mengajak orang berani memeriksakan diri mereka sendiri dan menjadi sadar akan dirinya,” kata Dodik.

Sementara itu, Dede Oetomo, pendiri komunitas GAYa Nusantara, menyesalkan pembatalan G Nite Party karena ia sebelumnya dijadwalkan untuk mengisi acara tersebut. Penggiat kaum sesame jenis di Indonesia ini mengatakan acara tersebut hanyalah bersifat kampanye tes HIV/AIDS, yang mana adalah program resmi dari Kementerian Kesehatan.
...