Untuk Pencegahan Teror, Ahok Minta Peranan Ketua RT/RW Diperkuat

Sebagai penanggung jawab wilayah ibu kota, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut sibuk untuk mengingatkan semua masyarakat agar lebih peduli pada setiap potensi teror. Dan Ahok menyatakan, Jakarta merupakan kota terbuka, sehingga tidak ada larangan siapapun untuk memasuki ke Ibu kota. 


Untuk pencegahan teror, Ahok minta peranan RT dan RW diperkuat bagi pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan harus diperkuat sebagai antisipasi aksi terorisme. Karena peristiwa itu cukup menyita perhatian lantaran terjadi di jantung ibu kota negara.

Hal tersebut disampaikan Ahok saat upacara bersama dengan Kapolda Metro Jaya dan Kodam Jaya dalam rangka untuk pengamanan di ibu kota. Makanya itu ketua RT/RW harus lebih peduli dan tetap waspada pada lingkungan sekitar.

"Kita sudah mulai besama TNI dan Polri untuk kerjasamanya. Jakarta terbuka, kita tidak bisa mengatakan orang luar Jakarta tidak boleh masuk ke Jakarta. Dan yang paling penting bagaimana RT dan RW mengenali warganya. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Makanya itu seluruh Indonesia, RT/RW akan lebih ketat setelah peristiwa ini," ujar orang nomor satu se-DKI.

Menurutnya, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), petugas keamanan harus lebih sigap dan teliti jika melihat orang-orang yang mencurigakan dan bersikap tegas memeriksa tidak perlu sungkan. Dan untuk menggeledah barang yang mencurigakan jangan terlalu santun.

"Orang yang tidak mempunyai KTP Jakarta boleh datang kapan saja, kalau dia mau kerja, jalan-jalan, kuliah, kenapa mesti di razia. Yang paling kita harus waspadai itu kawasan yang kumuh seperti menyewakan kost-kostan yang tidak terdeteksi tempatnya dan itu yang harus kita tuntaskan. Makanya itu saya dorong ke rusun, kan enak," Pungkasnya.
...