Friday, January 22, 2016

Resmi, Layanan Uber Taxi Dicekal Di Bali

Pemda Bali melalui Dinas Perhubungan secara resmi mencekal operasi layanan Uber di Bali mulai hari ini. Kebijakan ini keluar setelah pihak pemerintah daerah beserta Organda, Persatuan Sopir Taksi Bali (Pesotab), Uber, GrabCar, serta Polda Bali mengadakan pembicaraan.

Salah satu alasan Pemda untuk mencekal operasi Uber Taxi adalah keberadaannya yang mirip dengan taksi pada umumnya, namun menggunakan mobil pribadi plat hitam yang bukan untuk peruntukan umum (plat kuning). “Uber akan dicekal jika mereka tetap beroperasi,” ujar Standly Suwandhi, Kepala Divisi Transportasi Darat, Dinas Perhubungan Provinsi Bali.

Mobil pribadi yang dijadikan kendaraan Uber Taxi di Jakarta. Sumber: Tribunnews
Uber Taxi dianggap tidak memperhatikan kearifan lokal di Bali. Kendaraan pribadi yang bekerjasama dengan Uber tidak memiliki izin pariwisata layaknya penyedia angkutan publik lainnya. Kebanyakan mobil Uber berasal dari luar Bali, dan ongkosnya pun dihitung per menit dan kilometer.

Standly pada hari Kamis (21/1) kemarin mengatakan setelah pencekalan ini keluar, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk bersikap tegas terhadap pengendara Uber yang masih beroperasi di daerahnya.

Sementara itu, perwakilan Uber Taxi di Bali, Dimas Dwinovanto Putra enggan menanggapi pencekalan ini dan hanya mengatakan pihak Uber akan menanggapi sendiri isu ini.

Sebelumnya, persatuan sopir taksi lokal di Bali ramai-ramai berdemonstrasi di depan kantor DPRD Bali meminta agar layanan Uber Taxi dan GrabTaxi dicekal karena dianggap mengancam mata pencaharian mereka.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Resmi, Layanan Uber Taxi Dicekal Di Bali