Anonymous Nyatakan Perang Melawan Polisi Thailand Atas Terbunuhnya WN Inggris

Kelompok peretas Anonymous sedang menargetkan polisi Thailand dalam rangka memprotes penangkapan dua warga Myanmar yang dituduh membunuh dua wisatawan Inggris di pulau wisata Koh Tao.

Kelompok ini yakin bahwa penyelidikan palsu digunakan untuk menuduh kedua pekerja migran tersebut, sehingga wisatawan pun tidak enggan untuk mengunjungi pulau tersebut. Kedua warga Myanmar tersebut kini sedang dijatuhi hukuman mati.

“Anonymous ingin pemerintah Thailand supaya mau mengizinkan penyidik kepolisian dari luar negeri untuk mendapat kendali yang lebih besar dalam penanganan kasus pembunuhan dan pemerkosaan di Thailand yang melibatkan warga negara asing,” demikian pesan dari kelompok peretas tersebut yang diunggah ke Pastebin.
Pernyataan Anonymous pada akun Twitter mereka. Sumber: Twitter
Anonymous juga mengirimkan sebuah pesan ke Facebook beserta video berdurasi 37 menit dimana tampak seseorang yang menggunakan topeng berkata:

“Kami tidak suka mengenai kenyataan yang kini terjadi dalam kasus Koh Tao tersebut, dan kami tidak yakin pengadilan Thailand telah menangkap pembunuh yang sebenarnya dalam kasus kriminal ini. Anonymous menyerukan supaya kasus ini disidik ulang dengan (mengandalkan) ahli forensik luar negeri.”

Kelompok peretas ini secara serempak menempelkan pesan tersebut pada 14 situs web kepolisian Thailand, dimana sebagian diantaranya masih belum pulih. Berdasarkan laporan Reuters, pihak kepolisian Thailand sendiri mengakui adanya peretasan, namun mengatakan tidak ada data rahasia yang dibobol.

Laman situs-situs tersebut diganti dengan gambar hitam putih beserta dengan ikon topeng Guy Fawkes yang menjadi lambang Anonymous beserta dengan teks “Failed Law. We want Justice. #BoycottThailand.”

...