Friday, January 29, 2016

Ahok Tawarkan Apartemen Murah Bagi Anggota Eks-Gafatar

Pemda DKI berencana untuk memberi apartemen berbiaya murah kepada warganya yang pernah menjadi anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang diusir dari Kalimantan. Demikian disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada hari Jumat (29/1).

Namun, kata Ahok, mantan anggota Gafatar tersebut akan dipisahkan dalam beberapa apartemen.

“Jika hal itu (penyatuan) terjadi, maka yang terjadi akan mirip seperti film The Raid, mereka bisa kesulitan kalau tinggal sebagai satu kelompok,” kata Ahok kepada wartawan sembari menceritakan ilustrasi film yang banyak mengandung adegan kekerasan tersebut.
Penampungan mantan anggota Gafatar di Sleman, Yogyakarta. Sumber: Tempo
Selain itu, mantan anggota Gafatar tersebut tidak akan dibebankan biaya sewa apartemen. Pihak Pemda DKI hanya mewajibkan mereka untuk membayar biaya sebesar Rp5000 hingga Rp15000 per harinya untuk menutupi biaya pemeliharaan apartemen yang dilengkapi dengan lift tersebut.

Pihak Pemda DKI juga akan memberi mereka kemudahan dengan adanya Kartu Pintar Jakarta supaya anak-anak anggota Gafatar ini bisa bersekolah dan naik bis umum secara gratis, tambah Ahok.

Namun, pihak DKI sebelumnya akan mencoba mengembalikan para mantan anggota Gafatar ke pangkuan keluarga dengan melihat informasi pada KTP mereka. Jika KTP mereka hilang, maka pihak Pemda akan mencari data mereka lewat database nasional.

Setelah dievakuasi dari pemukiman yang sebelumnya mereka tempati di daerah Kalimantan Barat, ratusan mantan anggota Gafatar yang diperkirakan masih berada di tempat penampungan di DKI, dimana sebagian besar merupakan warga Jakarta.

Selain memberi tempat penampungan, pemerintah juga akan berusaha mengembalikan aset yang telah mereka beli dan serahkan kepada pimpinan organisasi Gafatar.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ahok Tawarkan Apartemen Murah Bagi Anggota Eks-Gafatar