Sunday, December 27, 2015

Milan Berlakukan Larangan Kendaraan Untuk Mengatasi Polusi Asap

Pencemaran Udara selalu menjadi pembahasan serius diberbagai negara dan untuk mencari solusi penanganan tersebut bukanlah hal yang mudah. Seakan berbanding terbalik dengan kemajuan teknologi manusia, lingkungan pun menjadi korbannya. Asap kendaraan transportasi, pencemaran limbah dari pabrik adalah beberapa contoh dampak negatif dari kemajuan teknologi yang pesat.

Menyikapi hal ini kita dapat mencontoh dari Negara Italia, dimana pemerintah Milan berlakukan larangan kendaraan untuk mengatasi polusi asap. Pembatasan waktu mobil dan sepeda motor yang melintas dijalan raya akan di berlakukan selama tiga hari, pada tanggal 28, 29 dan 30 Desember, tepatnya pada pukul 10:00-04:00, dimana orang tidak diizinkan mengemudi atau naik kendaraan di Italia.

Sebagai solusi pengganti kendaraan transportasi pribadi, pemerintah Milan telah menjalankan sarana transportasi umum untuk mobilitas masyarakat sebagai hari tanpa kendaraan bermotor. Tarif yang di kenakan untuk kendaraan umum sebesar 1,5 Euro atau sekitar Rp 22.400.

Milan Berlakukan Larangan Kendaraan Untuk Mengatasi Polusi Asap

"Pada hari ini, di tengah kondisi darurat polusi seperti sekarang ini kita tidak boleh bertidak masa bodoh. Untuk kepedulian kita bersama, kita sebagai masyarakat harus menjalankan peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah atas larangan aktivitas berkendara di jalan," ucap Walikota Milan, Giuliano Pisapian.
Milan kini sebagai kota yang paling tercemar dan memiliki polusi asap yang terburuk di Eropa sejak 7 tahun silam. Keputusan untuk menggunakan lalu lintas yang terbatas juga diberlakukan oleh Roma pada beberapa kesempatan dan Spanyol di wilayah Barcelona, yang mengurangi batas kecepatan kendaraan sampai 90 km/jam (56mph) pekan lalu. Sementara itu di wilayah Madrid dilarang parkir di area pusat kota Madrid.

Seperti halnya Milan, pemerintah China baru-baru ini juga mengeluarkan "Red Alert" atau larangan berkendara bagi setengah jumlah kendaraan yang berada di Beijing. Dimana mobil hanya dapat melewati pada hari alternatif, tergantung pada nomor plat ganjil atau genap.

Sementara itu, Mahkamah Agung New Delhi di india pun melarang penjualan mobil diesel untuk sementara waktu. Semoga dengan pemberitaan solusi mengatasi polusi asap dari Milan ataupun Cina, dapat dijadikan acuan oleh pemerintah kita Indonesia.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Milan Berlakukan Larangan Kendaraan Untuk Mengatasi Polusi Asap