Tragedi Paris, Jet Tempur Prancis Serang Markas ISIS di Suriah

"Tragedi Paris" yang melibatkan 15 warga negara asing dengan jumlah korban yang diketahui saat ini mencapai 129 orang meninggal, 350 orang luka-luka akibat serangan penembakan dan bom bunuh diri dari Militan ISIS. Diketahui juga bahwa Islamic State of Iraq and Syiria telah meng klaim bahwa pihak mereka lah biang keladi peristiwa tersebut sebagai peringatan terhadap Paris dan sekutunya. 

Atas tragedi paris jet tempur prancis serang markas ISIS di suriah, serangan itu dilakukan sebagai aksi pembalasan yang direstui oleh Presiden Prancis, Francois Hollande. Ini semua terpaksa kami lakukan untuk menindak perbuatan keji mereka yang telah membunuh warga negara kami termasuk juga warga negara asing yang menumpang di negara kami. Mereka hanya masyarakat sipil yang tak mengerti apapun tentang militer ataupun politik. 

Menteri Pertahanan Perancis, Mickael Soria pun menambahkan, Kami siap berperang untuk membinasakan ISIS dan berharap negara-negara lain mau bekerjasama membantu militer kami dan bersatu melawan mereka, ungkap Francois Hollande. Penyerangan pertama yang kita lakukan adalah di tempat pusat komando basis ISIS Suriah. 

Tragedi Paris Jet Tempur Prancis Serang Markas ISIS di Suriah

Dimana tempat tersebut menjadi sarang perekrutan militan-militan baru, gudang penyimpanan amunisi senjata, dan barak pelatihan gerilyawan-gerilyawan baru. Sebelumnya kami telah berkoodinasi dengan pasukan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah Raqqa, Suriah pada kemarin malam. 
12 unit pesawat tempur, 10 pembom tempur telah berhasil menjatuhkan 20 bom tepat sasaran dan meluluh lantakan salah satu daerah pertahanan ISIS. Berita terbaru tragedi paris juga mengabarkan pemerintah negara Uni Emirat Arab dan Yordania telah menyiapkan pasukan tentaranya untuk membantu militer Perancis. Kedua negara tersebut memahami bahwa ISIS bukanlah bagian dari Islam, mereka hanya Iblis berkedok agama. 

Bukan hanya meneror dan membunuh orang kafir, mereka juga membunuh sesama muslim. Padahal Ajaran Islam bukan seperti itu, Islam adalah Rahmatan Lil' Alamin, sungguh mencintai kedamaian meskipun kami berbeda pandangan dengan umat-umat lainnya. Kejahatan isis jauh lebih kejam daripada Organisasi Al Qaeda pimpinan almarhum Osama bin Laden. 

Meskipun sama-sama menginginkan terbentuknya negara dibawah panji-panji Islam. Namun Al Qaeda tidak pernah menyerang kaum sipil seperti wanita dan anak-anak kecil apalagi membunuh sesama muslim.

...