Thursday, November 5, 2015

Sejarah Ojek Motor di Indonesia Sebagai Transportasi

'Bang ojek  bang…ke jalan nangke berape bang,  ceban aja bu! Ett dah Busett yang bener aja bang biasanye juga 7 ribu, jangan mahal-mahal nape bang,  sama-sama orang asli dimari juga!

Pemirsa berita terbaru kalimat khas seperti itu sudah tidak asing lagi kita mendengarnya, terutama buat ibu-ibu di Jakarta yang sering belanja sayur di pagi hari. Profesi Ojek, sosok anomali dalam system transportasi di Indonesia begitu pentingnya kehadiran mereka sedari jaman dulu hingga sampai sekarang. Walau terkadang kehadiran mereka juga bisa menimbulkan ‘masalah’ karena dianggap mengganggu kenyamanan lalu lintas.  Namun, tahukah anda asal usul sejarah ojek motor di Indonesia digunakan  pertama kalinya sebagai kendaraan transportasi umum? 

Diperkirakan keberadaan ojek yang dimulai dari kota Jakarta sudah ada sejak puluhan tahun silam tepatnya pada akhir dekade 1980 dimana ketika itu sedang marak kebijakan pemerintah Jakarta yang hendak menghapus seluruh penggunaan jasa becak di Ibu Kota.  Yang awalnya rutinitas harian semua orang dulunya kebutuhan  menggunakan transportasi umum untuk bertransportasi dari rumah menuju ke jalan raya dicukupi oleh becak. 

Sejarah Ojek Motor di Indonesia Sebagai Transportasi

Tapi dengan tergusurnya penggunaan becak, peran becak itu digantikan oleh ojek sepeda motor  yang awalnya tumbuh hanya dalam lingkungan RT/RW saja. Lama kelamaan penggunaan Ojek semakin bertumbuh berkat dukungan dan  inisiatif warga yang ujung-ujungnya pemanfaatan dikembalikan kepada warga itu sendiri. 

Endingnya, kehadiran ojek semakin bertranformasi mengikuti perkembangan jaman dari segi alat kendaraan sampai system pembayaran. Biar lebih jelasnya kami rangkumkan sejarah ojek di Indonesia dan perkembangan penggunaannya sebagai kendaraan transportasi umum dari waktu ke waktu.
Asal Muasal Pertama Kali Istilah Ojek /Ojeg Dikenal

Pada awal- awal kemunculannya, ojek belum bernama ojek, ojeg, atau pun nama yang lain seperti yang kita kenal sekarang ini. Mereka hanya sebagai orang yang menawarkan jasa mengantar dari pasar atau pelabuhan ke rumah penumpang. Banyak yang bilang juga bahwa ojek berasal dari kata objek, weleh weleh jauh banget melencengnya.   

Alasannya menurut orang-orang doloe, sebab Kamus Besar Bahasa Indonesia menafsirkan objek memiliki arti benda atau objek yang dibicarakan. Faktanya memang di jaman itu, jasa angkut ojek menjadi buah bibir di masyarakat sampai-sampai kepopulerannya terus meroket.

ojek wanita cantik

Kemudian kata objek lambat laun bertransformasi menjadi ngobjek. Kata ngobjek ini diartikan mencari penghasilan. Sebagai contoh kita bilang begini, ‘Saya sedang ngobjek dengan jualan baju. ‘Artinya saya sedang cari uang dengan jual baju. Lagi-lagi lidah orang Indonesia suka mengubah kata, yang awalnya objek, jadi ngobjek (ngobyek), dan akhirnya jadi ngojek. Dari sinilah kata ojek atau ngojek mulai digunakan secara luas. Jadi jangan Tanya kenapa yah kenapa bisa begitu..

Latar Belakang Orang Memiliki Ide Jasa Ojek

Meskipun mula-mula penggunaan Ojek diperkirakan sudah ada pertama kali sekitar tahun 1969-1970 di Jawa Tengah dan juga Jakarta namun eksistensi mereka dianggap resmi pada tahun 1980 bertepatan dengan kebijakan pemerintah Jakarta yang hendak menghapus seluruh penggunaan jasa becak di Ibu Kota. Di pedesaan kecil Jawa Tengah sendiri dahulu banyak orang menawarkan jasa mengantar orang. 

Alasannya adalah jalan utama rusak dan susah dilalui oleh mobil. Hal ini disambut baik oleh banyak orang. Pasalnya memakai jasa ojek ini jauh lebih murah ketimbang menyewa sopir atau mengisi bahan bakar untuk mobil.

Keuntungan yang lumayan juga dilirik tukang ojek di Jakarta. Mereka mengantar orang dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok. Saat ini kendaraan bermotor masih dilarang masuk pelabuhan. Akhirnya jasa ini kian berkembang hingga banyak orang ingin jadi pengendara ojek yang untungnya bisa untuk menyambung nyawa bertahan di Jakarta.

Alat Kendaraan Transportasi pertama kali yang digunakan Oleh Tukang Ojek

Awalnya ojek dilakukan dengan menggunakan sepeda kuno yang besar. Sepeda ini tahan medan terjal dan kalau pun jatuh tidak akan rusak. Sepeda ini dianggap berkah bagi banyak orang hingga di Jakarta saja muncul 500 pengojek sepeda dalam waktu yang relatif singkat. Pelan tapi pasti ojek pun mengganti kendaraannya. Di Jawa Tengah, ojek mulai menggunakan sepeda motor buatan Jepang yang punya mesin 90cc.

Di era modern, sepeda motor yang kian canggih mengganti semua sepeda yang menjadi tonggak perjuangan ojek. Saat ini kita bisa melihat banyak sekali orang mengojek menggunakan sepeda motor yang bagus. Mulai dari yang bebek, matic, hingga motor yang biasanya digunakan untuk balapan.
Kemajuan dan Perkembangan Teknologi "Ojek"

Awalnya ojek dilarang karena bukan dianggap sebagai transportasi umum. Sebuah mode transportasi umum harusnya mampu mengangkut banyak sekali orang. Contohnya bus, bemo, atau kereta api. Di Jakarta, ojek pernah dilarang hingga polisi kerap melakukan razia. Namun nyatanya kekuatan ojek tak bisa dijangkau oleh peraturan mana pun.

Apalagi di era serba digital ini ojek sudah mulai bertranformasi. Muncul sistem pengelolaan ojek yang lebih modern. Kita bisa menggunakan ojek hanya dengan menekan tombol di ponsel. Keberadaan ojek yang tidak akan bisa dilindas zaman dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mencari untung. Akhirnya kita mengenal banyak sekali nama-nama merk ojek yang jangkauannya nasional hingga daerah.

sejarah ojek

Polemik Ojek akibat Kemunculan Ojek Modern (Online) Gojek, GribBike, Lady Jek dll

Kehadiran ojek modern seperti Gojek, GribBike, Jeger, LadyJek dan BluJek yang bisa diakses mudah dengan aplikasi ponsel ternyata membuat masalah baru. Ojek konvensional yang ada di pangkalan sederhana melakukan protes. Mereka menganggap ojek bau kencur’  itu menurunkan omzet mereka. Menjaring penumpang diam-diam, atau bahkan dituduh mencuri penumpang.

Bagaimana pun perkembangan memang tak bisa dihentikan. Ojek akan terus bertransformasi hingga semakin mudah dijangkau banyak orang dengan aplikasi online smartphone. Masalah polemik hingga menjurus ke tindakan kriminal semoga bisa dihindari agar sesama pengojek tidak ada baku hantam.

Sebuah dilema yang berbanding terbalik, kenyataannya, bila di jaman dulu kehadiran mereka dianggap seperti ‘pahlawan’  karena begitu pentingnya jasa  mereka memudahkan orang-orang untuk melakukan rutinitas hariaan. 

Mirisnya kini ojek dianggap sebagai pengganggu atau biang keladi salah satu kemacetan ibukota Jakarta. Tingkat pertumbuhan mereka dianggap terlalu pesat,  coba lihat disetiap sudut jalan akan ada selalu pemandangan pangkalan ojek. Diketahui jumlah ojek bertambah masif saat terjadi krisis ekonomi pada periode 1997-1999. 

Sebab, para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) banyak yang menginvestasikan pesangonnya untuk membeli sepeda motor. Arahnya jelas, yakni untuk alih profesi menjadi tukang ojek. Akan tetapi sangat Miris bila dibandingkan dengan jaman sekarang, mereka para driver ojek seringkali bersitegang dengan supir angkutan umum, melarang para sopir angkot ini dengan membatasi  jam tarikan trayek mereka. 

Ini adalah fakta khususnya tingkah laku para ojek yang mangkal di perumahan komplek warga. Belum lagi permasalahan mereka dengan para ojek modern seperti Gojek dan GrabBike. Pemirsa beritaterbaru.id sejarah singkat asal usul penggunaan transportasi ojek motor di Indonesia yang dimulai pertama kali di Ibu kota Jakarta ini semoga dapat menambah wawasan anda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sejarah Ojek Motor di Indonesia Sebagai Transportasi