Tuesday, October 13, 2015

Sejarah Fashion Harajuku Style di Jepang

Tak heran rasanya bila melihat gaya berpakaian style harajuku anak-anak muda dari jepang begitu cepatnya berkembang, dan yang luar biasa hampir tren fashion ini terdapat di setiap negara termasuk juga di Indonesia. Bila anda suatu saat mendapatkan kesempatan berwisata atau jalan-jalan liburan ke Jepang, pastikan menyempati untuk berkunjung ke Distrik Shibuya, Tokyo. Mengapa harus berkunjung ke tempat tersebut? Sebab kawasan ini populer sebagai tempat anak-anak muda yang gemar dengan keunikan gaya berpakaian mereka, mengeksplorasi berbagai pakaian dan berkumpul di sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Saya jamin pasti anda akan berdecak kagum melihat gaya unik berpakaian mereka.

Tahukah anda sejarah fashion harajuku style di jepang pertama kalinya mulai dikenal? Jadi pada awalnya anak-anak gaul di Jepang mengenal istilah Onden, sebuah tempat komunitas dibelah selatan Omotesando. Tapi lama kelamaan lebih populer dengan sebutan harajuku (原宿?) nama yang diambil dari Stasiun JR Harajuku. Komunitas ini terus berkembang subur yang pertama kali dipelopori oleh sub kultur Takenoko-zoku dan sampai kini anda masih bisa menemui kelompok-kelompok anak muda berpakaian aneh unik ini disekitar kawasan Harajuku.

Sejarah Fashion Harajuku Style di Jepang

Perkembangan Sejarah Fashion Harajuku Style di Jepang dari Jaman ke Jaman

Sejarah fashion Harajuku Style di Jepang dimulai sebelum jaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnōji.

Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Kōshū. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya.

Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah Kuil Meiji didirikan. Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no.

Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no. Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Lihat juga Wow Camat Cantik Jadi Trending Topic Hari Ini

Inilah Jenis-Jenis Fashion atau Pakaian Harajuku Style di Jepang 

1. Style Cosplay 


Nah kalau yang ini pasti sudah tidak asing alias gaya fashion yang paling sering kita temui, Cosplay, singkatan dari Costume Player (dalam Bahasa Jepang diucapkan sebagai Kosupure). Cosplay merupakan gaya berpakaian yang mengikuti karakter manga, anime, ataupun video game. 

2. Style Visual Kei


Visual Kei lebih mengarah kepada gaya Harajuku yang mengikuti gaya artis rock Jepang (J-Rock). Ciri-ciri dari gaya ini adalah kostum yang rumit dan detail, gaya yang eksentrik, atau aneh, tampilan dan rambut yang ditata sedemikian rupa, serta penggunaan make-up yang mencolok.

3. Lolita Style 


Lolita adalah gaya busana Jepang yang dipengaruhi oleh gaya Victorian serta busana periode Rococo (Late Baroque). Ciri-ciri yang banyak ditemui dari gaya Lolita adalah rok ataupun gaun panjang selutut dengan bentuk seperti cupcake (mengembang di bagian bawah), kaus kaki ataupun stoking selutut, hiasan kepala, serta baju dengan banyak renda. Lolita sendiri terdiri dari beberapa aliran gaya, misalnya Gothic Lolita (GothLoli), Sweet Lolita, Qi Lolita, Wa Lolita, Country Lolita, dan masih banyak lagi. 

4. Harajuku Style Decora dan Kawaii 


Decora atau 'Decoration' adalah gaya Jepang yang bercirikan pakaian dan aksesoris dengan warna-warna cerah, pemakaian banyak jepit rambut dengan hiasan dan pita. Aksesoris lainnya yang biasa disertakan dalam gaya ini adalah boneka plasik ataupun boneka yang berbulu, serta perhiasan yang bisa menimbulkan bunyi ketika sang pemakai bergerak.

Sedangkan Kawaii, yang dalam Bahasa Jepang berarti cantik atau imut, dalam hal gaya Harajuku memiliki arti seseorang yang memakai pakaian yang terlihat seperti untuk anak-anak atau gaya yang menonjolkan kelucuan/keimutan orang yang menggunakan pakaian tersebut. Ciri-cirinya adalah baju dengan banyak kerutan, warna pastel atau warna-warna terang, penggunaan aksesoris, termasuk mainan atau boneka berukuran besar, serta tas yang menampilkan karakter anime. 

5. Tren Pakaian Harajuku Ganguro dan Kogal 

tren pakaian harajuku

Gaya ini muncul di Jepang pada awal era 1990an, puncaknya pada tahun 2000. Ciri khasnya adalah warna kulit yang gelap dikombinasikan dengan rambut yang dicat warna abu-abu, perak, kuning, atau warna lain yang masih berkenaan dengan warna oranye. Gadis Ganguro biasanya menggunakan lipstick, concealer, dan eye shadow warna putih, eyeliner warna hitam, pemakaian bulu mata palsu, facial gem, dan pearl powder.

Pakaian yang digunakan biasanya berwarna cerah, menggunakan rok mini, kain tie-dye, dan memakai banyak perhiasan (cincin, kalung, dan gelang). Kogal hampir sama dengan Ganguro. Gadis Kogal terkenal dengan 'memamerkan' seakan ingin memberitahu semua orang bahwa mereka sangat mapan melalui pakaian yang mereka gunakan, aksesoris, tas (misalnya menggunakan tas Louis Vuitton), selera musik, dan aktivitas sosial mereka sehari-hari. Bagaimana pemirsa beritaterbaru.id, apakah anda tertarik berlibur ke negeri sakura ini? Untuk berkunjung ke Distrik Shibuya, Tokyo melihat anak-anak muda ber fashion harajuku style di Jepang.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sejarah Fashion Harajuku Style di Jepang