5 Pengusaha Indonesia Terkaya Di Asia Versi Forbes

forbes.com adalah situs website yang biasa memuat daftar-daftar peringkat miliarder di dunia dengan jumlah harta kekayaan pribadi mereka. Kali ini forbes juga memuat artikel tentang daftar 50 besar orang terkaya Di Asia. Diantaranya perwakilan dari negara India sebanyak 14 orang, Indonesia 5 orang dan sisanya rata-rata dikuasai oleh pebisnis keturunan cina. Seperti apakah kerajaan bisnis dan jumlah pendapatan ke 5 pengusaha Indonesia terkaya di asia versi forbes ini?

5. Keluarga Salim dengan jumlah harta kekayaan USD 4,1 miliar di urutan 37

5 Pengusaha Indonesia Terkaya Di Asia Versi Forbes

Dimulai dari peringkat 37 se Asia dan peringkat ke 5 "pengusaha terkaya Indonesia" yang diduduki oleh keluarga Salim dengan jumlah harta kekayaan USD 4,1 Miliar. Meski Taipan dunia bisnis terbesar di Indonesia, Sudono Salim telah meninggal dunia. Pria kelahiran Fujian ini telah meninggalkan kerajaan bisnis besar di mana salah satunya PT Indofood Sukses Makmur dengan produknya Indomie.

Bidang usaha yang dibangun Sudono tidak terpaku pada perusahaan makanan. Bahkan hingga toko serba ada, perbankan, semen hingga otomotif pun dia tangani. Taipan ini disinyalir telah pensiun dari dunia bisnis pada tahun 1998 lalu untuk menikmati hari tuanya.

Dari ketiga anaknya, hanya Anthony Salim yang terjun ke dunia bisnis warisan ayahnya itu. Kini, Anthony menjadi CEO Indofood Sukses Makmur dan Salim Group. Sementara bidang makanan, menantunya Franciscus Wilerang diwarisi usaha Bogasari Four Mills.

Pada 2004, dia menggenjot habis produsen mi instan tersebut ke mancanegara. Apalagi dengan mencatatkan namanya sebagai pemegang saham PT Salim Ivomas Pratama di Singapura. Fokusnya adalah bisnis makanan. Untuk mendongkrak penjualan Indofood di mancanegara, dia menggandeng Nestle S.A. Ujungnya adalah pendirian PT Nestle Citarasa Indonesia.

Anthony juga berhasil merebut kembali Sugar Group di Lampung yang sebelumnya disita oleh BPPN. Selain itu, dia juga membangun tiga pabrik gula baru di Muara Enim dan Sumatera Selatan.

4. Keluarga Wonowidjojo dengan Harta kekayaan USD 4,9 miliar di urutan 32


Kedigdayaan bisnis rokok harus diakui cukup kuat di Indonesia. Indikatornya sederhana, konsumen penikmat rokok di dalam negeri termasuk yang cukup tinggi di dunia. Pasar produk rokok di dalam negeri juga sangat besar.

Hal ini yang membuat industri rokok semakin kuat. Dengan gambaran sederhana itu, tidak salah jika prospek bisnis di sektor industri rokok masih cukup menjanjikan. Apalagi terbukti, industri ini bisa menjadikan seseorang masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia. Setidaknya, dari sekian banyak pebisnis yang bergerak di industri rokok, ada tiga nama yang masuk dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes.

Pemilik Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo, merupakan salah satunya. Susilo adalah anak ketiga dari Surya Wonowidjojo, pendiri Gudang Garam, perusahaan rokok kretek di Kediri, Jawa Timur. Pada 2013, Majalah Forbes menobatkan ia sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia. Pada 2000, dia menggantikan kakaknya Rahman Halim atau Tjoa To Hing (anak pertama Surya Wonowidjojo) sebagai pimpinan Gudang Garam yang meninggal pada 27 Juli 2008 di Singapura.

3. Keluarga Lohia dengan kekayaan pribadi USD 5,4 miliar di urutan 31


Pemilik Indorama Grup, Sri Prakash Lohia, tahun ini menempati peringkat 319 orang terkaya di dunia. Saat ini, Sri Prakash Lohia merupakan orang terkaya nomor 3 di Indonesia.

Sri Prakash Lohia yang berdomisili di London ini baru saja membeli saham industri kimia di Afrika Selatan. Pemilik Indorama ini membeli 66 persen saham Industries Chimiques du Senegal yang merupakan produsen bahan kimia terbesar di Afrika Selatan.

Sri Prakash memulai usahanya pada tahun 1976 dengan membuat benang pintal. Usahanya terus berkembang hingga membuat produk industri, termasuk sarung tangan medis.

Pengusaha yang dahulu imigran asal India ini bukan nama baru dalam daftar 40 orang terkaya Tanah Air bikinan Forbes. Namun, dari segi pertambahan kekayaan, Sri Prakash termasuk yang paling moncer.

Pemilik grup Indorama Ventures yang banyak membuat kain berbahan polyester ini sukses mengakuisisi Old World Industries Inc, pabrik kimia terkemuka asal Inggris, di awal 2012. Miliarder yang sehari-hari menetap di Inggris itu juga meraup untung besar dari produksi Indorama Eleme Petrochemichals, anak perusahaannya yang berada di Nigeria.

2. Kerajaan Bisnis Keluarga Widjaja dengan kekayaan USD 5,8 miliar di urutan 28


Pemilik Grup Sinarmas saat ini, Eka Tjipta Widjaja, memiliki lini bisnis utama pengusaha ini menurut Bloomberg adalah Golden Agri, produsen kelapa sawit terbesar kedua sejagat. 

Selain itu ayah 8 anak dan kakek dari 40 cucu tersebut menambah pundi-pundi uang melalui Grup Sinarmas, yang memiliki lini usaha meliputi pabrik kertas, investasi, tambang batu bara, sampai pembangkit listrik.

Pria bernama asli Oei Ek Tjhong yang lahir di Kota Coan, China ini, diperkirakan memiliki USD 2 miliar dalam bentuk tunai, sementara sisa hartanya tersebar dalam aset properti, surat berharga, dan valuasi saham.

1. Keluarga Hartono dengan kekayaan USD 12,7 miliar di urutan 12

pengusaha terkaya Indonesia

Inilah peringkat pertama pengusaha sukses Indonesia. Sebagian masyarakat mungkin tidak asing lagi dengan pengusaha Taipan Hartono bersaudara. Mereka adalah Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.

Budi Hartono memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong yang merupakan keturunan Tionghoa yang lahir di Kudus, Jawa Tengah pada tahun 1941. Kemudian Bambang Hartono adalah kakaknya yang memiliki nama asli Oei Hwie Siang. Keduanya adalah anak dari Pendiri Djarum, Oei Wie Gwan.

Kisah sukses kedua bersaudara ini dimulai dari kota kecil Kudus. Pada 1951, Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok kretek kecil bernama Djarum Gramophon. Lalu Oei mengubah namanya menjadi Djarum. Oei memasarkan kretek dengan merek Djarum, dan ternyata sukses.

Di bawah kendali dua anaknya, Robert bersaudara, pada tahun 1972 Djarum terus maju dan mulai mengekspor produk rokoknya ke luar negeri. R. Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnya pun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diversifikasi bisnis dan investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951. Semoga daftar pengusaha Indonesia terkaya di Asia versi Forbes ini dapat menambah wawasan pengetahuan anda.

Ternyata Uang Bukanlah Segalanya, Pasangan Ini Telah Membuktikannya

...