Awas! Kecanduan Ponsel Menyebabkan Tulang Belakang Rusak

Benarkah kecanduan ponsel dapat menyebabkan tulang belakang rusak? Seperti yang kita tahu betapa pentingnya manfaat dari alat teknologi peranti komunikasi ini. Namun bila digunakan secara berlebihan sudah pasti ada efek negatif atau resiko yang harus ditanggung bagi para penggunanya. Dalam Jurnal kesehatan Dr James Carter, seorang yang berprofesi sebagai dokter ahli tulang belakang dan syaraf mengatakan bahwa seseorang yang terlalu sering menggunakan telepon selular (smartphone) secara ritme berkepanjangan dan rutinitas rutin akan mudah mengalami "Text Neck" atau kerusakan pada tulang belakang yang bisa terus menjalar imbasnya ke bagian punggung dan leher. 

Ini pun belum termasuk gangguan psikologi seperti mudah depresi dan sering mengalami kegelisahan. Miris terdengar memang! Di Indonesia sendiri, Smartphone atau Ponsel saat ini sudah seperti menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Mulai dari aktifitas bangun tidur hingga ketika malam tiba untuk kembali tidur dan saat berada di mana saja, kapan saja  rata-rata orang selalu tidak pernah ketinggalan memainkan smartphone miliknya, seakan 'benda' tersebut adalah bagian dari nyawanya sang Nemofobia (nomophobia) atau si Pecandu Ponsel. 

Kembali lagi menyimak Jurnal Kesehatan Dr James Carter. Ketika Dokter asal New South Wales ini bersama Tim nya melakukan sebuah riset penelitian mendapati hasil yang sangat mengejutkan bahwa pengguna ponsel menghabiskan waktu 4 jam sehari untuk memelototi gadget. Ini berarti hampir 1.400 jam dalam setahun, kepala tertunduk dan leher mengalami cedera karena menahan beban berlebih. Normalnya, kepala manusia punya bobot sekitar 4-5 kg. Namun saat menunduk dengan sudut 15 derajat, leher menanggung beban setara 12,25 kg. Bahkan, beban di leher bisa mencapai 27 kg jika menunduk lebih rendah yakni pada sudut 60 derajat.

Kecanduan Ponsel Menyebabkan Tulang Belakang Rusak

Jadi yang pasti akan terjadi dampak negatif nya, menurut Dr Carter akan sangat menyiksa tulang punggung. Mantan gubernur Australian Spinal Research Foundation ini menyebut tulang punggung bisa bergeser hingga 4 cm. Kerusakan yang diakibatkan oleh kondisi ini tak jarang butuh operasi untuk membetulkannya.

Dengan sudut yang tidak normal tersebut juga berdampak pada sistem saraf, lalu berpengaruh juga pada fungsi berbagai organ seperti jantung dan paru-paru. Pelepasan hormon bahagia seperti endorfin juga terganggu sehingga penderitanya lebih rentan mengalami depresi.

Tapi ada salah satu solusi untuk meminimalisir hal tersebut terutama pada anak-anak muda atau remaja. Bahwa kerusakan tersebut bisa diminimalkan dengan olahraga teratur serta menerapkan gaya hidup sehat. Dr Carter juga menyarankan untuk tidak memakai ponsel sambil tiduran, dan sebaiknya menempatkan layar monitor sejajar dengan mata agar tidak perlu menunduk. Selain hal tersebut masih ada lagi dampak negatif penggunaan smartphone yang tak kalah mengerikan dan menakutkannya seperti berikut ini :

1. Mengalami Blurry Vision atau Pandangan kabur. 

Hal ini akibat dari tegangnya otot mata yang tidak mampu fokus lagi pada jarak yang berbeda.

2. Fungsi Penglihatan menjadi terganggu. 

Dalam dunia kedokteran di kenal istilah Computer Vision Syndrome/CVS yang merupakan gejala (sindrom) yang di akibatkan karena sering melihat layar, dalam hal ini termasuk layar pada smartphone. Adapun gejala-gejala akibat CVS adalah Mata kering/Dry Eyes. Normalnya mata kita akan berkedip 16-20 kali permenit, akan tetapi saat melihat layar handphone mata kita hanya berkedip 6-8 kali permenit. Bisa kita bayangkan mata kita kan menjadi kering bila dalam semenit hanya berkedip selama 6 kali.

3. Sakit kepala tanpa alasan 

Ini di akibatkan karena posisi leher yang salah dan tegang pada mata yang memicu timbulnya sakit kepala karena seringnya melihat layar handphone. Hingga bisa mengakibatkan terjadinya rabun jauh. Seringnya melihat layar pada waktu yang lama dapat meregangkan otot mata yang mana didesain untuk fokus secara alami pada jarak 20 kaki.

4. Menderita kelainan postur tubuh. 

Biasanya gangguan arthritis serta penyakit degeneratif lainyya banyak di temui pada usia 40-50 tahun. Akan tetapi kini di temukan juga pada pengguna smartphone berusia muda akibat postur tubuh yang salah.

5. Timbulnya gangguan pendengaran akibat terlalu lama meggunakan speaker Handphone. 

Pengguna telepon yang rata-rata menggunakan 10 menit atau lebih dalam sehari dapat meningkatkan resiko mendapatkan gangguan pada pendengaran. 
dampak negatif penggunaan smartphone

#Dampak Buruk penggunaan Ponsel dari Segi Psikis Kesehatan

1. Akan Menimbulkan kecanduan/ Nomophobia atau Nemofobia

Kemampuannya untuk terus terhubung selama 24 jam nonstop selama 7 hari membuat pengguna smartphone selalu update dengan berita apa pun, termasuk untuk ngobrol dengan teman. Kesenangan yang timbul ketika menerima e-mail, SMS, atau pesan ditengarai akan menimbulkan kesenangan tersendiri bagi para crackberry, istilah untuk para penggila BlackBerry. Lambat laun hal ini akan menimbulkan kecanduan. Penelitian yang dilakukan tim dari Rutgers University menyebutkan, untuk menyembuhkan pecandu smartphone, terapi yang digunakan sama seperti terapi untuk pecandu narkoba.

2. Mengganggu sirkulasi jam Tidur atau Istirahat

Jujur saja, suara 'tring' dari ponsel yang menandakan ada e-mail atau pesan baru yang masuk akan membuat kita penasaran untuk mengintip isinya. Keasyikan ini bisa terus berlanjut hingga malam hari, waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Cukup banyak penelitian yang menyebutkan dampak buruk kurangnya waktu tidur. Mulai dari berkurangnya produktivitas kerja, naiknya jumlah kecelakaan, hingga tubuh jadi gampang diserang penyakit. Karena itu, matikan ponsel menjelang waktu tidur agar Anda bisa beristirahat. 

Dan bukan hanya Telepon Ponsel yang dapat mengakibatkan hal tersebut. Untuk penggunaan komputer dan laptop Anda cenderung mengeluarkan cahaya biru yang diduga mengganggu hormon alami manusia untuk tidur. Maka, sebaiknya redupkan kecerahan layar komputer, laptop termasuk ponsel anda untuk mengurangi resiko sulit tidur. Dan ada baiknya, ketika malam hari tiba letakkan smartphone anda di luar kamar demi kesehatan.

3. Mengurangi produktivitas

Tak ada yang menyangkal kecanggihan ponsel masa kini untuk memenuhi seluruh kebutuhan komunikasi. Namun, alat ini bisa menyebabkan kecanduan, mengganggu konsentrasi, bahkan merampas waktu tidur. Penelitian yang dilakukan tim dari MIT Sloan School of Management tahun 2007 menunjukkan penggunaan BlackBerry memiliki dampak negatif di lingkungan kerja, seperti tidak terpenuhinya tenggat kerja akibat konsentrasi yang terbagi antara pekerjaan dan si ponsel pintar.
4. Mengganggu fungsi otak dan dapat menyebabkan kerusakan otak 

Dampak buruk radiasi ponsel terhadap kesehatan memang masih jadi kontroversi, namun beberapa penelitian menunjukkan radiasi ponsel bisa memicu tumor otak dan insomnia. Terlalu sering menatap ponsel juga bisa menyebabkan rasa mual dan sakit kepala.

5. Penyebab Rusaknya Hubungan Harmonis dengan Keluarga dan Sahabat

Seringkali Anda berpikir bahwa smartphone Anda memfasilitasi komunikasi Anda menjadi lebih baik, namun menurut seorang psikolog di University of Bedfordshiren, Dr. Emma Short, teknologi dapat membuat Anda sulit untuk mengelola batas-batas dalam kehidupan Anda. Semakin sering Anda terlibat dengan aktivitas di jejaring sosial, seperti Twitter dan Facebook, semakin berkurang pula waktu berkualitas yang Anda berikan pada teman, kekasih, keluarga, dan rekan kerja Anda. Maka, Anda perlu membatasi penggunaan smartphone pada waktu-waktu tertentu, seperti saat makan dan berkumpul dengan keluarga, agar hubungan Anda tetap terjaga.

Jadi setelah melihat penjelasan di atas dapat di ketahui bahwa smartphone dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat luar biasa bagi kesehatan kita, akan tetapi seperti yang sering kita temui anak-anak bahkan balitapun kini tak mau ketinggalan untuk memiliki smartphone. Mereka semua sebenarnya adalah korban ketidaktahuan dan ketidak pedulian orang tua yang leluasa memberikan smartphone yang sebenarnya belum terlalu berguna/bermanfaat bagi anak-anak. Orang tua beranggapan bahwa dengan seorang anak memiliki smartphone, maka di harapkan anak tersebut menjadi akrab dengan teknologi sejak dini. 

Akan tetapi pendapat tersebut kurang pas, karena dampak negatif yang di timbulkan smartphone apabila yang memliki seorang anak-anak akan lebih besar daripada yang memiliki orang dewasa. Pemirsa beritaterbaru.id dahsyat sekali yah rupanya dampak-dampak negatif selain dari bahaya kecanduan ponsel yang dapat menyebabkan tulang belakang rusak. Semoga kita dapat lebih bijaksana dalam menggunakan peranti teknologi komunikasi ini dan jangan lupa juga untuk menasehati seluruh anggota keluarga yang kita sayangi sebagai bentuk kepedulian,

...