5 Dampak Buruk Kesehatan Akibat Memiliki Tato

Pengakuan rata-rata orang yang pernah memiliki tato adalah ketika ia masih muda terlihat sangat keren, ada yang berbeda dengan penampilannya setidaknya menjadi semakin percaya diri dan menarik. Namun ketika orang tersebut memasuki usia tuanya banyak yang menyesal dan ingin menghapus tattonya. Hal ini juga terjadi pada seseorang yang akan memasuki kehidupan berumah tangga, alasannya mungkin ingin memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. 

Banyak para mantan peng koleksi tato yang mencoba berbagai cara untuk menghilangkannya seperti menggunakan kapur sirih, madu, jeruk lemon ataupun cara yang paling kasar dengan mengoleskan setrikaan panas. Bukannya hilang malahan kulit jadi menggelembung seperti terbakar belum lagi resiko terkena infeksi kulit. Padahal satu-satunya "cara menghilangkan tato permanen" yang dirasa cukup 'aman' yaitu dengan operasi laser/ operasi bedah di Dokter. Jadi buat anda yang berniat membuat Tato ada baiknya memikirkan lagi mateng-mateng resikonya dan sebaiknya anda perhatikan 5 dampak buruk kesehatan akibat memiliki tato berikut ini :

5 Dampak Buruk Kesehatan Akibat Memiliki Tato

1. Alergi Kulit

Mungkin saja  pengalaman anda pertama kali membuat tato tidak pernah merasakan yang namanya alergi, tapi bukan berarti jaminan  'aman' untuk membuat tato selanjutnya. Dalam banyak kasus, reaksi alergi baru muncul pada pembuatan tato kedua, ketiga dan berikutnya, atau dari tato yang sama tapi baru muncul alergi ketika beberapa tahun yang akan datang. Salah satu cara mengatasi alergi terhadap tato adalah dengan ijeksi steroid.

Namun dalam kasus langka, kulit di area yang mengalami alergi tato harus diangkat melalui operasi pembedahan. Jangan sampai anda mengalami dampak buruk kesehatan akibat tato seperti ini ;  munculnya rasa gatal, warna kulit menjadi kemerahan, dan disertai rasa panas pada bagian kulit yang terkena alergi. Jika sudah terjadi, sebaiknya segera periksa diri pada dokter kulit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

2. Infeksi akibat Tato

Alasan utama proses pembuatan tato yang tidak steril (tidak memenuhi standar kebersihan) sering dikaitkan dengan risiko penularan infeksi HIV (Human Imunodeficiency Virus) dan hepatitis C. Infeksi yang terakhir disebutkan bisa memicu sirosis atau pengerasan hati, dan berkembang menjadi kanker.

Pada penelitian yang dilakukan tahun 2012, infeksi mikroba Mycobacterium chelonae juga dilaporkan terjadi di New York. Penyebabnya adalah penggunaan tinta tato warna abu-abu yang terkontaminasi. Meski disebutkan bahwa infeksi seperti ini sangat langka, sebaiknya segera hubungi dokter jika tato mengalami radang, bengkak dan kemerahan. Karena Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pada tubuh, yang dapat berujung penyakit tuberkolosis (TB) atau leprosi.

3. Membuat Penyakit lain jadi Tersembunyi

Beberapa jenis kanker kulit seperti melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa, kerap terdeteksi hanya dari perubahan tekstur di permukaan kulit. Menutupi kulit dengan tinta tato, kadang menyamarkan perubahan-perubahan semacam itu. Tahun 2013, sebuah laporan menyebut kanker melanoma pada seorang pria terungkap saat yang bersangkutan menghapus tato dengan laser. Sebelumnya tidak ada yang menyadari gejalanya karena tertutup tato berwarna hitam. Baca juga 10 Alasan Donor Darah Membuat Tubuh Sehat dan Banyak Untungnya.

4. Reaksi dengan ion listrik

Menurut sebuah laporan tahun 2011, seorang pemain sepakbola profesional mengalami luka bakar saat menjalani pemindaian MRI (Magnetic Resonance Imaging). Luka bakar ditemukan pada tato berwarna hitam yang ada di permukaan kulitnya.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa luka bakar disebabkan oleh arus listrik yang dihasilkan oleh kandungan besi-oksida yang ada di tinta tato. Pemilik tato warna merah juga dianjurkan untuk berhati-hati karena tinta tato dengan warna tersebut juga banyak mengandung besi.

5. Kulit menjadi sangat sensitif, tersengat seperti habis terbakar matahari

Kandungan cadmium pada beberapa jenis tinta tato bisa meningkatkan risiko kulit terbakar akibat paparan sinar matahari. Tinta warna kuning, hitam, merah, dan biru paling banyak dilaporkan memicu reaksi yang tidak diinginkan pada kulit yang terpapar matahari.

Anda yang memiliki hobi menato tubuh, waspadalah karena menato dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Sebuah penelitian di Denmark menyatakan, bahwa seseorang yang bertato memiliki kesensitifan lebih tinggi 42 persen daripada yang tidak bertato. 

Paparan sinar matahari yang berlebih, seperti yang kita tahu, dapat menyebabkan munculnya melanoma atau kanker kulit. Sayangnya, seseorang yang memiliki tato di tubuh, gejala kanker kulit yang menyerang akan semakin sulit terdeteksi. Semoga informasi dampak buruk kesehatan akibat memiliki tato ini semakin menambah wawasan pengetahuan anda.

...