Friday, September 25, 2015

400.000 ton Jagung telah diexpor Indonesia


Seperti yang diungkapkan oleh menteri pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Indonesia telah mengekspor jagung sekitar 400.000 ton.  Andi Amran Sulaiman juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya mengurangi jumlah impor bahan pangan. Sejak pemerintahan presiden Joko Widodo, jumlah impor bahan-bahan pangan terus menurun dari tahun  ke tahun.

Selain itu, pemerintah juga telah berhasil menghemat devisa negara sebanyak Rp 50 triliun. Prisiden Jokowi juga sering mengarahkan petani agar selalu diberi pelindungan penguatan ekspor, karena menurutnya impor yang berlebihan akan melemahkan petani di Indonesia.

Saat ini pemerintah juga sedang berusaha keras mewujudkan swasembada pangan. Selain itu, Andi Amran Sulaiman juga mengatakan bahwa saat ini Bulog, Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian perdagangan dan TNI telah berusaha keras mengendalikan impor bahan pangan, khususnya beras. Alhasil, saat ini beras saat tidak lagi diimpor.

Hal yang sama juga terjadi pada bahan pokok lainnya seperti bawang. Saat ini, Indonesia tidak lagi membutuhkan impor bawang untuk memenuhi kebutuhan bawang di dalam negeri, bahkan saat ini Indonesia telah mengekspor bawang hingga 2 rb ton. Hal serupa juga terjadi pada jagung, namun untuk jagung, Indonesia masih membutuhkan impor jagung meski jumlahnya lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 400.000 ton Jagung telah diexpor Indonesia